Perasaan Ditinggalkan dan Terpukul Membuat Soeharto Tak Punya Pilihan Lain Kecuali Mundur

Perasaan ditinggalkan, terpukul, telah membuat Soeharto tidak mempunyai pilihan lain kecuali memutuskan untuk mundur.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Kolase Tribun Bogor
Soeharto Pernah Ungkapkan Soal Penerusnya Jadi Presiden Indonesia 

14 menteri bidang ekuin mengadakan pertemuan di Gedung Bappenas tepat pukul 14.30 WIB,

Dua menteri lain, yakni Mohamad Hasan dan Menkeu Fuad Bawazier tidak hadir.

Mereka sepakat tidak bersedia duduk dalam Komite Reformasi, ataupun Kabinet Reformasi hasil reshuffle.

Semula ada keinginan untuk menyampaikan hasil pertemuan itu secara langsung kepada Presiden Soeharto, tetapi akhirnya diputuskan menyampaikannya lewat sepucuk surat.

Rahasia Kematian Ibu Tien Soeharto Akhirnya Terungkap.Tak Ada Kaitan dengan Rumor Peluru Nyasar

Surat itu kemudian disampaikan kepada Kolonel Sumardjono pada pukul 20.00 WIB. Surat itu kemudian disampaikan kepada Presiden Soeharto.

Soeharto langsung masuk ke kamar dan membaca surat itu. Soeharto saat itu benar-benar terpukul. Ia merasa ditinggalkan.

Apalagi, di antara 14 menteri bidang Ekuin yang menandatangani surat ketidaksediaan itu, ada orang-orang yang dianggap telah "diselamatkan" Soeharto.

Alinea pertama surat itu, secara implisit meminta agar Soeharto mundur dari jabatannya.

Perasaan ditinggalkan, terpukul, telah membuat Soeharto tidak mempunyai pilihan lain kecuali memutuskan untuk mundur.

Soeharto benar-benar tidak menduga akan menerima surat seperti itu.

Persoalannya, sehari sebelum surat itu tiba, ia masih berbicara dengan Ginandjar Kartasasmita untuk menyusun Kabinet Reformasi.

Ginandjar Kartasasmita masih memberikan usulan tentang menteri-menteri yang perlu diganti, sekaligus nama penggantinya.

Probosutedjo, adik Soeharto, yang berada di kediaman Jalan Cendana, malam itu, mengungkapkan, Soeharto pada malam itu terlihat gugup dan bimbang.

"Pak Harto gugup dan bimbang, apakah Habibie siap dan bisa menerima penyerahan itu. Suasana bimbang ini baru sirna setelah Habibie menyatakan diri siap menerima jabatan Presiden," ujarnya.

Probosutedjo menggambarkan suasana di kediaman Soeharto malam itu cukup tegang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved