Nyawa Debt Collector Melayang Karena Menagih Utang Kelewat Batas

Pembunuhan Debt Collector karena sakit hati saat ditagih utang. Utang Rp 40 juta ditagih Rp 150 juta

Nyawa Debt Collector Melayang Karena Menagih Utang Kelewat Batas
FB Jenal Ompusunggu/ YT Info Netizen
Jenal Omposunggu (42) warga Blok Batujajar RT 01/15, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujaja menjadi korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan dengan kepala terpisah. 

Pengakuan Pembunuh Debt Collector di Cianjur, Utang Rp 150 Juta hingga Bunuh Korban secara Sadis

POSBELITUNG.CO - AN alias Ahek (50), tersangka pembunuhan debt collector bernama Jaenal Ompusunggu (42) mengaku membunuh korban karena sakit hati saat ditagih utang.

Ahek membenarkan selama ini memiliki utang sebesar Rp 40 juta di tempat korban bekerja.

Namun, utang tersebut semakin bertambah hingga Rp 150 juta, seperti dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id, Senin (14/10/2019).

Dalam konferensi pers di Polres Cianjur, Ahek mengaku selama ini selalu menyicil utangnya. 

Ia mengungkapkan setiap hari membayar uang ratusan ribu rupiah kepada korban.

"Padahal setiap hari saya bayar Rp 300-400 ribu, tapi cara dia menagih sudah kelewat batas," ucap Ahek.

Ahek yang tega membunuh Jaenal secara sadis itu mengaku mengenal korban sejak belasan tahun lalu.

Namun, Ahek merasa korban menagih utang itu dengan cara yang melewati batas.

Ahek lantas membunuh korban dengan cara yang sadis, hingga jasad Jenal ditemukan membusuk dengan kepala terpisah.

Halaman
1234
Penulis: tidakada007
Editor: rusmiadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved