Tak Punya Suami dan Anak, Nenek Kakak Beradik Buta Terpaksa Jual Barang untuk Makan

Untuk mencukupi kehidupan makan sehari-hari, terkadang mereka mengandalkan bantuan tetangga.

Editor: Fitriadi
KOMPAS.com/HAMZAH ARFAH
Simah (kiri) dan Siti, dua nenek buta kakak-beradik, warga Dusun Karangploso, Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, Gresik. 

Untuk menopang kehidupan, kedua kakak-beradik buta ini pun banyak mengandalkan pemberian orang.

Sudah banyak perabot dan barang milik pribadi yang dijual mereka, untuk memenuhi kebutuhan makan mereka.

"Kadang juga kami yang kasih makan, kadang juga keponakannya (Tami). Tapi kebanyakan Mbah Simah itu masak sendiri, seadanya, beberapa waktu lalu sampai kakinya terluka kena api," ucap tetangga, Karni (50).

Hal senada juga diceritakan Rika (23).

Tetangga dua nenek tersebut mengatakan warga sekitar sering mengirimi makanan untuk mereka.

"Memang yang sering sakit-sakitan itu Mbah Siti, kalau Mbah Simah yang sakit ya susah nggak ada yang masak, makanya kami kebanyakan kirimi makanan saat Mbah Simah sakit," beber Rika.

3. Jual tanah di sebelah rumah

Simah dan Siti tinggal di rumah warisan orangtuanya yang berukuran 10 x 12 meter.

Sekitar tahun 1990-an, mereka menjual sebidang tanah warisan yang ada di sebelah rumah mereka.

"Tapi sudah lama kami jual. Dulu saat dibeli katanya mau dibuat mushalla, makanya saya mau jual, tapi sampai sekarang kok tidak dibangun-bangun musalanya," ucap Simah.

Simah mengaku lupa berapa uang yang ia terima saat itu.

Namun ia bercerita uang penjualan tanah tersebut digunakan untuk membangun kamar mandi dan toilet.

Sisanya sebesar Rp 250.000 ia simpan.

"Ya itu nak, ngomongnya kan mau dibuat musholla jadi ya saya setuju saja menjualnya, tapi kok belum dibangun-bangun sampai sekarang," kata Simah.

4. Rumah tidak layak huni

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved