Breaking News:

Berita Belitung

Mariadi Ternyata Mengarang Cerita, Dia Menusuk Soni Justru Karena Tepergok Mau Mencuri

"Jadi pernyataan masalah utang bensin itu hanya karangan tersangka saja. Ternyata memang niat tersangka ini mencuri cuma ketahuan dengan korban,"

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Dedi Qurniawan
posbelitung.co/Dede Suhendar
Jajaran Polsek Membalong dan Polres Belitung menggelar rekontruksi kasus penusukan di halaman Mapolres Belitung, Kamis (6/2/2020) 

"Setelah pintu kamar aku buka, tiba-tiba korban ini muncul di depan saya, dia bilang 'oi ngape kao'. Langsung dak banyak kelakar (bicara) lagi langsung aku tusuk," ungkapnya.

Tusukan pertama sempat ditangkis hingga mengenai telapak tangan kanan korban. Lalu pelaku kembali menusuk korban hingga mengenai perut kanan belakang.

Sempat terjadi saling dorong, pelaku langsung meninggalkan korban dan pulang ke rumahnya.

"Dia (korban) sempat teriak, mak ada orang ini. Setelah aku dorong, aku langsung pulang ganti baju," ungkapnya.

Selang beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 01.00 WIB dini hari Mariadi langsung diamankan jajaran Polsek Membalong.

Sempat Minum Tuak

Sebelum melakukan perbuatannya pada Minggu (19/1/2020), Mariadi terus memikirkan omongan ibu korban yang membicarakan tentang utangnya.

Karena sudah pusing memikirkan masalah, ia menghubungi rekannya untuk mabuk-mabukan.

Akhirnya sekitar pukul 22.00 WIB, ia mendatangi tempat rekannya dan mulai menenggak tuak.

"Habis minum itu aku mampir di simpang empat Air Kundur dekat rumah. Masih sempat minum dulu, karena masih ada sisa," ungkapnya.

Setelah tuak habis, Mariadi memutuskan pulang melewati rumah korban. Mengingat korban dan pelaku bertetangga hanya berjarak sekitar 100 meter.

Namun Mariadi melihat pintu rumah korban terbuka dan muncul liat untuk melakukan tindakan kejahatan itu.

Kondisi korban sewaktu mendapat perawatan di RSUD Marsidi Judono.
Kondisi korban sewaktu mendapat perawatan di RSUD Marsidi Judono. (IST/medsos)

Tusukan Menembus Lever Kanan

Direktur RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan dr Hendra SpAn mengatakan luka tusuk yang diderita Soni (20) korban penusukan Mariadi di Dusun Air Kundur, Desa Membalong, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung cukup parah.

Sebab berdasarkan pemeriksaan medis luka tusuk di perut sisi samping kanan itu masuk dengan kedalaman sekitar enam centimeter hingga menembus lever lobus kanan.

Meskipun sempat menjalani operasi dan perawatan intensif di ruang ICU, korban akhirnya meninggal dunia pada Senin (20/1/2020) pagi.

"Pasien ini tiba Minggu subuh dan meninggalnya Senin pagi tadi, jadi sekitar 24 jam mendapat perawatan," ujar Hendra saat dihubungi posbelitung.co.

Ia menjelaskan pasca tiba di RSUD, pasien langsung mendapat perawatan medis, operasi, perawatan ruang ICU, pemasangan alat vena ventral jantung dan lainnya.

Namun dikarenakan luka yang diderita korban cukup para akhirnya nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Sementara itu, Kaposek Membalong Iptu M Tommy menambahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan jaksa untuk menetapkan Pasal 351 ayat (3) KUHP dan kemungkinan akan disubsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Pagi tadi korban dikabarkan meninggal dunia oleh dokter. Jadi kami koordinasi dengan kejaksaan untuk penerapan Pasal dijunctokan atau subsider 338 tapi yang penting 351 ayat (3) sudah masuk," ungkapnya.

Korban Penusukan Mantan Anggota Paskibra

Keluarga besar Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Belitung turut berduka atas meninggalnya Soni korban penusukan di Dusun Air Kundur, Desa Membalong, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Minggu (19/1/2020) tengah malam lalu.

Soni ternyata anggota Paskibraka Kabupaten Belitung tahun 2016 silam dan aktif dikepengurusan PPI Kabupaten Belitung serta aktif melatih Paskibraka Sekolah di Kecamatan Membalong.

Oleh sebab itu, Ketua Pengurus Kabupaten PPI Belitung Yovie Agustian Putra beserta jajarannya pergi melayat ke rumah duka.

"Korban dikenal sebagai sosok yang disiplin dan menjadi tumpuan Pengurus Kabupaten PPI Belitung dalam melatih dan membina kegiatan Paskibra Sekolah di Kecamatan Membalong. Kami berharap pihak kepolisian bisa mengungkap tuntas kasus ini," ujar saat dihubungi posbelitung.co, Senin (20/1/2020).

Sementara keluarga korban sangat terpukul atas kepergian lelaki berusia 20 tahun itu.

Kini jenazah lelaki berusia 20 tahun itu sudah dimakamkan pihak keluarga di desa setempat.

Menurut Mezi kerabat korban, Soni merupakan sosok yang baik dan kesehariannya bekerja di SMP serta melatih paskibra sekolah di SMA Negeri 1 Membalong.

"Orangnya tidak banyak tingkah, baik. Keluarga sudah menyerahkan semuanya sesuai proses hukum," ujar Mezi saat dihubungi posbelitung.co, Senin (20/1/2020).

Mezi memang tidak mengetahui pasti kronologis kejadian tersebut. Menurutnya pada Minggu malam, pelaku memasuki memasuki rumah korban.

Lalu, korban sempat berteriak ketika mendapati keberadaan pelaku dan menjadi korban penusukan yang merenggut nyawanya.

Pelayat berdatangan ke rumah duka korban penusukan di Dusun Air Kundur, Desa Membalong, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Senin (20/1/2020).
Pelayat berdatangan ke rumah duka korban penusukan di Dusun Air Kundur, Desa Membalong, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Senin (20/1/2020). (IST/dok PPI Belitung)

Mariadi Ternyata Residivis

Kapolsek Membalong Iptu M Tommy mengungkapkan Mariadi (22), pelaku penusukan di Dusun Air Kundur, Desa Membalong, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung ternyata residivis di Polres Belitung Timur.

Pelaku sempat menjalani hukuman penjara selama lima bulan di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan atas perbuatan pencurian di wilayah Polsek Jangkang, Polres Belitung Timur.

"Berdasarkan KTP, pelaku ini penduduk asli situ tapi memang nomaden (berpindah-pindah) kadang-kadang di Belitung Timur. Kebetulan pelaku redivis 362 di Polres Beltim," ujarnya saat ditemui posbelitung.co, Senin (20/1/2020).

Tommy menambahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan jaksa untuk menetapkan Pasal 351 ayat (3) KUHP dan kemungkinan akan disubsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Pagi tadi korban dikabarkan meninggal dunia oleh dokter. Jadi kami koordinasi dengan kejaksaan untuk penerapan Pasal dijunctokan atau subsider 338 tapi yang penting 351 ayat (3) sudah masuk," ungkapnya.

(posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved