Berita Belitung Timur
Semarak Perayaan Cap Go Meh di Gantung Belitung Timur
Umat Konghucu yang berdatangan sejak pagi silih berganti melakukan sembahyang di kelenteng Fuk Tet Che Gantung
"kami disini menyampaikan selamat hari Cap Go meh, yang juga merupakan hari ke-15 kepada penganut Konghucu, dannwarga keturun Tionghoa yang ada di Belitung Timur, semoga rezeki, kesehatan, keberkahan semuanya dapat diraih kita seluruhnya, khususnya masyarakat gantung dan warga tionghoa yang ada di gantung ini, " ujar Yuslih.
• Olahan Jamur Tiram, Sayur-sayuran hingga Beras Merah Dijual di Pasar Tani Desa Perawas
Menurut Yuslih, kunjungan ini sebenarnya adalah perwujudan kerukunan Masyarakat Belitung Timur dan kerukunan antarumat beragama.
"Jadi kita juga saling menghormati agama orang lain, kita menjaga kerukunan nah ini lah, dan Belitung Timur selama ini Alhamdulillah cukup kondusif, Etnis suku dan ras bisa berjalan berbarengan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelenteng Fuk Tet Che Gantung, Akin mengatakan perayaan Cap Go Meh rutin diadakan setiap tahunnya, setiap tanggal penutup Imlek atau selang setelah 15 hari imlek.
"Barongsai sama orgen sebenarnya untuk hiburan saja, jadi aktrasi pertunjukan bukan hanya untuk umat konghucu saja tapi untuk yang beragama lain yang menonton dan membaur, cuman khusus sembayang untuk umat Konghucu," ujarnya.
Menurutnya perayaan cap Go Meh di Gantung dimulai dari sembayang sejak pukul 09.00 pagi, sampai dengan pukul 14.00, selanjutnya hiburan barongsai, atraksi barongsai menurutnya barongsai menujukan sebagai kebudayaan dari masyarakat Tionghoa, danuntuk hiburan.
"Harapan saya semua masyarakat itu lebih maju lah, harap Indonesia lebih maju lah, keberagaman kita toleransinya lebih bagus lah," harapnya. (Posbelitung.co / Suharli)