Dulu Suka Mabuk dan Maksiat, Preman Ini Taubat dan Kini Bangun Panti Asuhan

Pria ini berambut sedikit panjang dengan tato di leher.Pelajar SMA ini pun lantas melangkah mendekat, dan mencium tangan pria tersebut.

Editor: Kamri
(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)
Prianggono saat berada di warung Kongsuu, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman 

Dulu Suka Mabuk dan Maksiat, Preman Ini Taubat dan Kini Bangun Panti Asuhan

POSBELITUNG.CO - Dulu preman, suka mabuk dan maksiat, kini Prianggono akui sudah taubat.

Prianggono bahkan jadi pendiri panti asuhan tanpa bantuan pihak manapun.

Parasnya yang terlihat garang dengan rambut gondrong dan tubuh penuh tato sekilas tampak menakutkan.

Ngaku Anggota BIN dan Wartawan, Aksi Komplotan Ini dengan Kedok Rekrutmen CPNS Terbongkar

Pernikahan Rumit Pangeran Charles, Begini Reaksinya saat Pangeran Harry Dilahirkan

Kondisi Terkini Lucinta Luna Pasca Penangkapan, Urine Dinyatakan positif Menggunakan Psikotropika

Temuan Baru Ilmuwan China, Indikasi Cara Penularan Virus Corona yang Baru

Waspada Evali Penyakit Paru-paru akibat Vape, Gejalanya Hampir Mirip Flu dan Pneumonia

Gus Sholah Ulama Kharismatik Meninggal, Sejumlah Tokoh Kehilangan Sosok Panutan

Namun, siapa sangka, di balik sosoknya yang garang, Prianggono memiliki hati yang mulia.

Seorang remaja mengenakan seragam SMA melangkah masuk ke dalam sebuah warung.

Remaja ini berhenti setelah melihat seorang pria mengenakan kaus dan sarung duduk di sebuah kursi.

Pria ini berambut sedikit panjang dengan tato di leher.

Pelajar SMA ini pun lantas melangkah mendekat, dan mencium tangan pria tersebut.

Prianggono saat berada di warung Kongsuu, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman
Prianggono saat berada di warung Kongsuu, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman ((KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA))

Setelah itu, remaja ini berjalan masuk ke dalam bagian belakang warung.

Pria sederhana yang duduk di kursi itu bernama Prianggono.

Jika dilihat sekilas, pria berusia 43 tahun ini tampak garang.

Namun siapa sangka, di balik parasnya tersebut pria kelahiran Semarang ini murah senyum dan bahkan mempunyai jiwa sosial yang tinggi.

Di tempat tinggalnya, di Dusun Prigen, Desa Widodomartani, Prianggono mendirikan Panti Asuhan Islam Yatim dan Dhuafa Daarul Qolbbi Pondok Pesantren Tombo Ati, Sleman.

"Asal saya dari Semarang, istri saya yang asli sini," ujar Prianggono saat ditemui di Warung Kongsuu, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Senin (10/2/2020).

Kondisi Terkini Lucinta Luna Pasca Penangkapan, Urine Dinyatakan positif Menggunakan Psikotropika

Temuan Baru Ilmuwan China, Indikasi Cara Penularan Virus Corona yang Baru

Waspada Evali Penyakit Paru-paru akibat Vape, Gejalanya Hampir Mirip Flu dan Pneumonia

Ngaku Anggota BIN dan Wartawan, Aksi Komplotan Ini dengan Kedok Rekrutmen CPNS Terbongkar

Pernikahan Rumit Pangeran Charles, Begini Reaksinya saat Pangeran Harry Dilahirkan

Gus Sholah Ulama Kharismatik Meninggal, Sejumlah Tokoh Kehilangan Sosok Panutan

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved