10 Turis ini Ketahuan Jalan-Jalan d India, Akibatnya Dihukum Menulis 'Saya Sangat Menyesal' 500 Kali

Para pengelana dari Israel, Meksiko, Australia dan Austria dipaksa untuk bertobat dengan menulis, "Saya tidak mengikuti aturan penguncian ..."

SERAMBINEWS/South China Morning Posts
10 Turis ini Ketahuan Jalan-Jalan d India, Akibatnya Dihukum Menulis 'Saya Sangat Menyesal' 500 Kali 

10 Turis ini Ketahuan Jalan-Jalan d India, Akibatnya Dihukum Menulis 'Saya Sangat Menyesal' 500 Kali

POSBELITUNG.CO, BANDA ACEH -- Pemerintah India telah melaksanakan kebijakan lockdown di negaranya sejak Selasa (24/3/2020). 

Namun, meski pemerintah telah menetapkan lockdown, masih saja ada yang melanggar aturan yang telah ditetapkan. Seperti yang terjadi belum lama ini.

Sepuluh orang asing ketahuan berjalan-jalan di Rishikesh, India Utara pada saat India sedang berlakukan lockdown.

Para pengelana dari Israel, Meksiko, Australia dan Austria dipaksa untuk bertobat dengan menulis, "Saya tidak mengikuti aturan penguncian jadi saya sangat menyesal," sebanyak 500 kali, kata petugas polisi setempat Vinod Sharma, Minggu, (12/4/2020).

Penguncian nasional diberlakukan menjelang akhir Maret, dengan penduduk diizinkan meninggalkan rumah mereka hanya untuk keperluan penting seperti membeli bahan makanan dan obat-obatan.

Manajemen Louvre Mulai Atur Penghitungan Gaji Pemainnya Setelah IBL Dihentikan karena Corona

Petugas polisi setempat Vinod Sharma mengatakan mereka masing-masing dibuat untuk menulis "Saya tidak mengikuti aturan penguncian jadi saya sangat menyesal" sebanyak 500 kali.

Dilansir dari New Straits Times, lebih dari 700 turis asing dari AS, Australia, Meksiko dan Israel yang tinggal di daerah itu telah melanggar aturan “kuncian”, kata Sharma, menambahkan hukuman yang tidak biasa diberikan untuk memberi mereka pelajaran.

Polisi mengatakan mereka akan mengarahkan hotel di daerah itu untuk memungkinkan tamu asing keluar jika hanya disertai oleh pembantu setempat.

Perusahaan yang tidak mengikuti perintah dapat menghadapi tindakan hukum, kata Sharma.

Polisi telah menemukan metode yang tidak biasa untuk mendorong orang agar tetap berada di rumah dan ikut serta menghentikan penyebaran Covid-19, termasuk baru-baru ini yang telah viral mengenakan helm berbentuk virus corona.

Pada hari Minggu, polisi mengatakan mereka menangkap sepuluh orang yang melanggar “kuncian” setelah tangan seorang petugas dipotong di distrik Patiala, negara bagian Punjab utara.

Data Virus Corona Indonesia 13 April 2020: 4557 Kasus Positif, 399 Meninggal, 380 Sembuh

Kelompok itu dihentikan dalam sebuah kendaraan di sebuah pos pemeriksaan dan menolak untuk kembali seperti yang diperintahkan. Ia menekan pedal gas dan menabrak barikade baja, kata para pejabat.

Selama bentrokan itu, salah satu kelompok mengeluarkan pedang, memotong tangan seorang polisi. Enam petugas lagi cedera dalam serangan tersebut.

Perdana Menteri India Narendra Modi diperkirakan akan memperpanjang penutupan secara nasional yang semula dijadwalkan berakhir pada hari Selasa, selama dua minggu lagi.

Pada hari Minggu (12/4/2020), India telah mencapai lebih dari 8.300 kasus virus corona dan 273 kematian akibat penyakit ini.

(*/ Firdha Ustin )

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Lockdown di India: Turis Ketahuan Jalan-Jalan, Kena Hukuman Menulis 'Saya Sangat Menyesal' 500 Kali

Rider Legendaris Asal Itali ini Sebut Marquez Memiliki Memiliki Sifat Egois Dalam Setiap Balapan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved