Berita Belitung

Sidang Tipikor Desa Aik Ketekok, Kedua Terdakwa Bantah Nilai Kerugian Keuangan Negara

Sidang tipikor penyalahgunaan keuangan Desa Aik Ketekok dengan agenda pembelaan (pledoi) kembali digelar majelis PN Pangkalpinang

posbelitung.co/Dede Suhendar
JPU Kejari Belitung mengikuti sidang tipikor penyalahgunaan keuangan Desa Aik Ketekok yang digelar PN Pangkalpinang secara teleconfrence, Senin (13/4/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Sidang tipikor penyalahgunaan keuangan Desa Aik Ketekok dengan agenda pembelaan (pledoi) kembali digelar majelis PN Pangkalpinang secara teleconfrence, Senin (13/4/2020).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Noviansyah mendengarkan pembelaan kedua terdakwa Haryadi mantan kades dan Harsi mantan bendahara yang dibacakan penasehat hukum dari Kantor Kejari Belitung.

Kedua terdakwa sama-sama mengakui kesalahannya menyalahgunakan keuangan desa tapi membantah nilai kerugian negara sekitar Rp 2,7 miliar.

Oleh sebab itu keduanya meminta keringanan dari majelis hakim yang diketuai Corry Oktarina dan hakim anggota Haridi serta Yelmi dengan alasan mereka sebagai tulang punggung keluarga.

"Kedua terdakwa mengakui perbuatannya hanya saja membantah terkait nilai kerugian negara itu tapi JPU tetap pada tuntutannya. Terkait nilai kerugian itu, kami juga punya ahli yang sudah menghitung nilainya dan sudah diperiksa dipersidangan," ujar Kasi Pidsus Kejari Belitung Heru saat ditemui usai sidang teleconfrence.

Usai penasehat hukum membacakan pembelaan kedua terdakwa, majelis hakim langsung menanyakan tanggapan dari JPU.

Karena JPU tetap pada tuntutannya, sidang kembali ditunda pada Senin (20/4/2020) pekan depan dengan agenda pembacaan putusan atau vonis.

Kedua terdakwa juga tidak diberikan kesempatan melakukan pembelaan secara pribadi namun hanya melalui penasehat hukum.

(posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved