Breaking News:

Kisah Perawat Tangani Pasien Positif Corona: Terkadang Saya Merasa Bertanggungjawab atas Kematiannya

Ventilator mengambil alih proses pernapasan tubuh ketika Virus Corona sudah sampai pada tahap membuat paru-paru gagal berfungsi.

BBC Indonesia/Istimewa
Juanita Nittla 

POSBELITUNG.CO -- Ventilator dapat menjadi penentu hidup dan matinya para pasien yang kondisinya parah karena virus corona atau Covid-19.  

Namun kadang-kadang, alat bantu pernapasan ini tidak mampu membantu menyelamatkan nyawa seseorang.

Mematikan alat bantu pernapasan itu menjadi tugas Juanita Nittla.

Adapun Juanita Nittla adalah perawat kepala ruang di Unit Perawatan Intensif di Royal Free Hospital, London, Inggris, dan telah mengabdikan hidupnya di Badan Kesehatan Inggris (NHS) sebagai perawat spesialis perawatan intensif selama 16 tahun terakhir.

Tugasnya, kata perempuan berusia 42 tahun itu, traumatis dan menyakitkan.

Kemensos Pakai Gosend dan Pos dalam Pendistribusian Sembako untuk Warga Jakarta

"Terkadang saya meresa seperti saya bertanggung jawab atas kematian seseorang."

Ventilator mengambil alih proses pernapasan tubuh ketika Virus Corona sudah sampai pada tahap membuat paru-paru gagal berfungsi.

Langkah ini memungkinkan tubuh pasien melawan infeksi dan sembuh, tetapi kadang-kadang tidak cukup membantu.

Tim medis harus mengambil keputusan sulit tentang kapan harus menghentikan perawatan kepada pasien yang kondisinya tidak membaik.

Keputusan diambil setelah pertimbangan matang, dengan menganalisis sejumlah faktor, seperti usia pasien, penyakit bawaan, reaksi tubuh terhadap virus dan peluang kesembuhan.

Halaman
1234
Penulis: tidakada007
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved