Breaking News:

Kisah Perawat Tangani Pasien Positif Corona: Terkadang Saya Merasa Bertanggungjawab atas Kematiannya

Ventilator mengambil alih proses pernapasan tubuh ketika Virus Corona sudah sampai pada tahap membuat paru-paru gagal berfungsi.

BBC Indonesia/Istimewa
Juanita Nittla 

Ketika memulai tugasnya di pagi hari pada pekan kedua April, Nittla diberita tahu bahwa tugas pertamanya adalah menghentikan perawatan bagi seorang perawat berusia 50-an tahun yang menderita Covid-19.

Kunci Gitar, Chord & Lirik Lagu Akad Payung Teduh feat Sungha Jung, Versi Akustik Mudah Dimainkan

Menghubungi keluarga

Dengan adanya pembatasan yang diberlakukan pada saat itu maka ia harus menjelaskan apa yang akan terjadi kepada putri dari pasien yang bersangkutan melalui sambungan telepon.

Belakangan Menteri Kesehatan Matt Hancock mengumumkan bahwa anggota keluarga pasien boleh menjenguk pasien yang sekarat, berdasarkan panduan Virus Corona baru.

"Saya meyakinkan kepada putrinya bahwa ibunya tidak kesakitan dan tampak nyaman," kata Nittla.

"Saya juga menanyakan tentang keinginan ibunya dan hal-hal yang perlu dilakukan sesuai dengan ketentuan agamanya."

Pasien Nittla itu ditempatkan di ruangan yang terdiri dari delapan tempat tidur, dikelilingi oleh pasien-pasien yang juga tidak sadarkan diri.

"Saya tutup tirai dan matikan semua alarm."

Tim medis berhenti sejenak dan berhenti berbicara, Nittla lalu menempelkan telepon di samping telinga pasien, dan memberi aba-aba kepada putri pasien untuk berbicara.

Cerita Krisnawati, Driver Ojol yang Pernah Diusili Customer Pria, Nangis Sesenggukan ke Orang Tua

Nittla memainkan musik sesuai yang diminta keluarga. Kemudian ia mematikan ventilator.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved