Breaking News:

Rumah Sakit Ini Akhirnya Minta Maaf karena Minta Uang Peti Mati ke Keluarga PDP, Begini Jelasnya

Begitu juga dengan penanganannya dan penggunaan alat-alat medis terhadap pasien, hal itu juga ditanggung negara.

Penulis: tidakada007 | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
healthcareitnews.com
Ilustrasi rumah sakit. 

POSBELITUNG.CO -- Kisruh yang  sempat terjadi di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam terkait atas dimintanya uang pembayaran peti jenazah yang dilakukan pihak rumah sakit ( RS ) kepada pasien dalam pengawasan ( PDP ) yang meninggal di RS tersebut, akhirnya terselesaikan.

Kepala Dinas Kesehatan Batam dr Didi Sumarjadi pun mengatakan, hal ini hanya murni kesalahpahaman saja.

“Sudah selesai, semua ini hanya kesalahpahaman saja. dr Gilang yang merupakan Kepala Bidang Pelayanan Medis RS Budi Kemuliaan Batam sudah mengklarifikasinya,” kata dr Didi melalui telepon, Selasa (21/4/2020). dr Didi menegaskan bahwa semua biaya perawatan hingga pemakaman terhadap pasien yang terpapar corona Covid-19 ditanggung oleh negara alias semuanya gratis.

“Semuanya gratis tis tis,” tambah dr Didi melalui pesan WhatsApp, Selasa (21/4/2020).

Aturan Kemenkes sebagai rujukan biaya

Hal ini dilanjutkan Didi merujuk pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/238/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Perawatan Pasien Penyakit Terinfeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit yang Menyelenggarakan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid19).

Polisi Kantongi Identitas Kelompok Begal yang Viral, Disebut Kerap Cari Lawan Tawuran dari Instagram

Bahkan dari Keputusan Menteri Kesehatan, itu sudah diatur semua pembiayaan terhadap pasien, mulai dari dia dirawat, sampai dia sembuh dan jika dia meninggal, sampai ke liang lahat itu semua ditanggung negara.

Para pasien yang dikategorikan sebagai pasien terpapar corona ini, menurut dr Didi sudah diatur dengan jelas di dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI, mulai dari ODP, PDP dengan penyakit penyerta hingga PDP yang terkonfirmasi positif Covid-19, semuanya ditanggung negara.

Begitu juga dengan penanganannya dan penggunaan alat-alat medis terhadap pasien, hal itu juga ditanggung negara.

“Tarif perawatan jalan, tarif perawatan inap, penggunaan ruang isolasi tanpa fentilator, penggunaan fentilator, pasien dinyatakan sembuh yang yang masih melaksanakan rawat jalan, pasien meninghal dunia, kantong jenazah, ambulans, mobil jenazah, gali kubur, sampai ke plastik pembungkus dan disinfektan mobil jenazah pun di tanggung negara, jadi tidak ada lagi pihak rumah sakit meminta biaya,” terang Didi.

Atek Berhari-hari Tahan Lapar dan Hanya Minum Air Putih, Dihajar Massa karena Curi Beras 5 Kg

Minta maaf ke keluarga pasien

Terkait kejadian di RSBK Batam, dr Didi kembali mengatakan hal ini murni kekeliruan, dan tidak seharusnya keluarga pasien terpapar covid-19 diminta untuk membeli peti jenazah dan membayar biaya ambulan atau mobil jenazah.

“Dan atas kekeliruan tersebut, pihak RSBK Batam akhirnya membuat klarifikasi dan permohonan maaf secara tertulis,” pungkas dr Didi.

(*/ Kontributor Batam, Hadi Maulana/kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Minta Uang Peti Mati ke Keluarga PDP, RS Budi Kemuliaan Akhirnya Minta Maaf"

Pemimpin Korut Kim Jong Un Dikabarkan Sakit Parah setelah Operasi, Disebut Jadi Perokok Berat

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved