Penjelasan Dokter soal Tidur Setelah Sahur Tidak Dianjurkan, Terutama Bagi Penderita Maag

Dokter menyarankan agar penderita asam lambung memperhatikan posisi tidurnya setelah menyantap sahur.

Foto/Nu.or.id
Ilustrasi 

POSBELITUNG.CO -- Kebiasaan tidur setelah makan sahur ternyata sangat tidak dianjurkan.

Adapun alasannya tak lain karena berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi penderita asam lambung Gerd (Gastroesophageal Reflux Disease).

Seperti diketahui, Gerd sendiri merupakan suatu kondisi ketika asam lambung mengalir kembali menuju kerongkongan.

Apabila kebiasaan ini dilakukan jangka panjang, maka dapat menyebabkan komplikasi karena asam lambung yang naik.

Adanya kondisi itu,  dokter menyarankan agar penderita asam lambung memperhatikan posisi tidurnya setelah menyantap sahur.

105 Jamaah Tabligh Terkonfirmasi Terpapar Positif Covid-19 di Luar Negeri, 30 di Pakistan & 75 India

Terkait penjelasan tersebut disampaikan oleh Dr. Kaka Renaldi, Sp.PD-KGEG seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel "Penderita Asam Lambung Gerd Jangan Tidur Setelah Sahur".

Kaka menerangkan jika pasien Gerd kerap kali mengalami gangguan pengosongan lambung.

Kondisi ini menyebabkan turunnya makanan menjadi lebih lama dari orang pada umumnya.
Pada orang normal makanan turun ke usus halus kurang lebih selama 2-3 jam.

Namun bagi penderita Gerd membutuhkan waktu lebih lama dari waktu tersebut.

"Jadi pasien Gerd sangat saya anjurkan tidak tidur sehabis sahur," tuturnya dalam sesi Live Instagram bersama dr. Arti Indira M. Gizi, Sp. GK dan dr. Teuku Adifitrian, SpBP-RE (dr. Tompi), Senin (27/4/2020).

Halaman
123
Penulis: tidakada007
Editor: asmadi
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved