Kemenlu RI Ingatkan Pegawai Hati-hati Membuka Email, Ada Ancaman Kelompok Peretas Naikon
Kementerian Luar Negeri RI meminta seluruh karyawan dan staf agar berhati-hati, terutama saat membuka pesan elektronik berupa surat elektronik
Wawan Purwanto mengatakan semua data penting ditempatkan di tempat yang sangat rahasia dan tidak memungkinkan untuk diretas.
"Kita tidak menempatkan hal-hal yang sangat rahasia di tempat yang memungkinkan untuk direta," kata Wawan.
"Jadi kalaupun diretas dipastikan bahwa itu bukan informasi yang sebenarnya tetapi berisi data penyesatan. Hal-hal seperti ini sudah diantisipasi," ujar Wawan.
Dilaporkan, New York Times sempat menerbitkan laporan tentang surel yang dikirim Kedutaan Besar Indonesia di Australia kepada staf kesehatan dan ekologi pemerintah di Negara Bagian Australia Barat.
Surel itu berisi lampiran data Microsoft Word.
Namun ternyata dalam surel tersebut terdapat alat serangan siber yang tak terlihat dan dikenal dengan nama Aria-body.
Peretas dapat menggunakan Aria-body untuk mengambil alih komputer dari jarak jauh.
• BIN Beri Unair Alat Laboratorium Canggih ini untuk Bantu Penelitian Vaksin Covid-19
Mereka dapat menyalin, menghapus, atau membuat file serta melakukan pencarian ekstensif data perangkat.
Aria-body memiliki kemampuan untuk menutupi jejaknya dan menghindari deteksi.
Sebuah perusahaan keamanan siber di Israel telah mengidentifikasi Aria-body sebagai senjata yang dipegang sekelompok peretas bernama Naikon.
Sebelumnya kelompok itu telah dilacak dan mengarah ke militer China.
(*)
Berita ini telah terbit di TRIBUNNEWS.COM berjudul Ancaman Kelompok Peretas Naikon, Kemlu RI Ingatkan Pegawai Hati-hati Saat Membuka Email
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ethical-hacker-santiago-lopez-meraih-satu-juta-dolar-dari-berburu-software-bug-ilustrasi.jpg)