Teka-teki Sosok Putri Duyung, Begini Kesaksian Pelaut yang Bertemu, Ada yang Menangis?
Diketahui, seorang pelaut mengaku pernah melihat sosok putri duyung pada tahun 1995 di perairan Kepulauan Zhoushan, China.
Buku tersebut mencatat putri duyung bernama jiaoren yang tinggal di Laut Cina Selatan.
Saat menangis, air mata mereka disebut bisa berubah menjadi mutiara.
Kain atau sutra yang dibuat oleh jiaoren disebut jiaoxiao atau jiaosha, istilah itu disebutkan dalam banyak karya sastra kuno Tiongkok.
Tak hanya di Asia saja, sosok putri duyung juga muncul di sejumlah buku kuno bangsa Barat.
Seorang navigator bernama Magellan mengaku menemukan seekor putri duyung di selat Magellan.
Magellan menuliskan seorang wanita yang setengah tubuhnya berada di dalam air.
Selain itu, seorang navigator asal Belanda bernama Hudson juga pernah mencatat kesaksiannya bertemu putri duyung tahun 1608 silam.
Dilansir dari livescience.com, kisah pertemuan dengan putri duyung pernah dituangkan di buku "Incredible Mysteries and Legends of the Sea" karya Edward Snow.
Seorang kapten laut di lepas pantai Newfoundland menggambarkan pertemuannya pada tahun 1614: "Kapten John Smith melihat seekor putri duyung berenang."
Putri duyung itu disebut memiliki mata besar, hidung agak pendek dan kuping yang berbentuk sempurna.
Kesaksian selanjutnya datang dari Asia pada Januari 1931.
Seorang nelayan mengaku menemukan sosok putri duyung di pantai daerah Dashufang, Taiwan.
Makhluk yang disebut-sebut putri duyung itu memiliki panjang 3 meter dan berat sekitar 200 kilogram.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada Mei 1955, sosok putri duyung juga ditemukan di Provinsi Guangdong, China.
Setelah itu, penelitian pun kembali dilakukan pada Oktober 1975.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ilustrasi-putri-duyung-1211.jpg)