Breaking News:

Begini Kata Staf Presiden soal Penyerang Novel Dituntut 1 Tahun, Penusukan Wiranto Dituntut 16 Tahun

Tuntutan jaksa terhadap dua polisi penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)Novel Baswedan mengundang pertanyaan banyak orang di negeri in

kompas.com
Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan ditemui di depan kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara 

POSBELITUNG.CO -- Tuntutan jaksa terhadap dua polisi penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengundang pertanyaan banyak orang di negeri ini.

Adapun tuntutan penjara seberat 1 tahun terhadap pelaku dianggap sangat ringan.

Diketahui, tokoh-tokoh publik dan masyarakat pun menanggapi tuntutan yang diterima oleh terdakwa penyerang air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyebut, alasan tidak ada niatan dan tidak sengaja yang disampaikan oleh jaksa penuntut umum, sebuah pernyataan yang tidak masuk diakal.

“Alasan tidak sengaja ini menurut saya memalukan. Dalam hukum pidana tidak dikenal istilah tidak sengaja, adanya lalai," kata Sahroni kepada wartawan, Jakart, Jumat (12/6/2020).

Intip Transformasi 7 Anak Kembar ini yang Dulu Sempat Jadi Kabar Viral 23 Tahun Lalu

"Pernyataan jaksa ini menurut saya udah bukan mencederai keadilan lagi, tapi udah mencederai akal sehat, tidak bisa diterima,” sambung Sahroni.

Di media sosial, banyak warganet yang kemudian membandingkan dengan kasus pelaku penusukan Mantan Menko Polhukam Wiranto.

Kasus penusukan terhadap eks Menko Polhukam, Wiranto, pada 10 Oktober 2019 di Pandeglang, Banten, telah memasuki sidang tuntutan.

Penusuk Wiranto, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, dituntut hukuman selama 16 tahun penjara.

Menurut mereka hal tersebut tidak mencerminkan keadilan. "Yang menimbulkan luka atau cacat permanen justru kok dituntut lebih ringan."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved