Breaking News:

Reaksi China Setelah Donald Trump Teken UU tentang Uighur: Kami Akan Ambil Tindakan Balasan!

Hubungan bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan China sepanjang tahun 2020 benar-benar dalam titik terendahnya...

ANADOLU AGENCY/UGUR SUBASI
Kelompok Muslim Uighur yang terdiri dari 18 orang datang dari Istanbul ke Ankara untuk menarik perhatian masyarakat internasional terhadap aksi pelanggaran hak asasi manusia terhadap orang-orang Uighur, di China. 

POSBELITUNG.CO -- Hubungan bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan China sepanjang tahun 2020 benar-benar dalam titik terendahnya.

Adapun aksi saling balas tekanan dengan cara masing-masing untuk menekan pesaing sudah dilakukan dua negara adidaya tersebut.

Rupanya gertakan Amerika Serikat soal langkah yang mereka ambil akibat tindakan diskriminatif China terhadap etnis Muslim Uighur bukan merupakan isapan jempol belaka.

China pun dengan tegas mengancam akan melakukan aksi pembalasan setelah Presiden AS, Donald Trump, menandatangani undang-undang pada hari Rabu (17/6/2020) yang menyerukan sanksi ke China atas penindasan negara itu terhadap etnis Uighur di sana.

Mengutip Reuters, RUU, yang disahkan oleh Kongres hanya dengan satu suara "tidak", dimaksudkan untuk mengirim pesan kuat kepada China tentang hak asasi manusia dengan mengamanatkan sanksi terhadap mereka yang bertanggung jawab atas penindasan anggota minoritas Muslim China tersebut.

Harta Gono-Gini Tak Tuntas, Teddy Ribut Lagi Soal Warisan Sama Rizky F, Kesal Terlalu Lama Pembagian

PBB memperkirakan bahwa lebih dari satu juta Muslim telah ditahan di kamp-kamp di wilayah Xinjiang.

Departemen Luar Negeri AS menuduh para pejabat China melakukan penyiksaan, pelecehan kepada warga Muslim dan pada dasarnya berusaha menghapus budaya dan agama mereka.

Arsip foto memperlihatkan Presiden AS, Donald Trump, tersenyum saat akan menyampaikan pidato pembukaan pada Upacara Wisuda Akademi Militer AS 2020 di West Point, New York, 13 Juni 2020. Donald Trump berusia 74 tahun pada 14 Juni 2020. (Photo by Nicholas Kamm / AFP)
Arsip foto memperlihatkan Presiden AS, Donald Trump, tersenyum saat akan menyampaikan pidato pembukaan pada Upacara Wisuda Akademi Militer AS 2020 di West Point, New York, 13 Juni 2020. Donald Trump berusia 74 tahun pada 14 Juni 2020. (Photo by Nicholas Kamm / AFP)

China menyangkal tudingan tersebut dengan mengatakan bahwa kamp-kamp itu menyediakan pelatihan kejuruan dan diperlukan untuk memerangi ekstremisme.

Beijing menanggapi penandatanganan undang-undang tersebut dengan kemarahan, dengan mengatakan hal itu "menjelekkan" situasi hak asasi manusia di Xinjiang dan merupakan serangan jahat terhadap China.

"Kami kembali mendesak pihak AS untuk segera memperbaiki kesalahannya dan berhenti menggunakan undang-undang yang terkait dengan Xinjiang ini untuk membahayakan kepentingan China dan mencampuri urusan dalam negeri China," kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan seperti yang dilansir Reuters.

Halaman
1234
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved