WIKI BELITUNG

Potensi Wisata Sijuk Belitung dari Pesona Alam Hingga Nilai Historis

Sebagai destinasi wisata, Desa Sijuk di Kecamatan Sijuk memiliki keindahan alam di beberapa titik menarik seperti hutan bakau.

Tayang:
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Berpose dengan latar belakang Jeramba Sijuk 

Sekarang untuk mempertahankan perekonomian agar tidak drop adalah bagaimana masyarakat Belitung menjadi wisatawan.

"Kan orang Belitung Timur butuh hiburan tapi tidak bisa keluar, lalu kemana, suruh ke sini. Orang sini ke Belitung Timur, jadi uangnya muter di Pulau Belitung. Sampai nanti kondisi wisata sudah membaik, destinasi yang kita siapkan layak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara," saran Isyak.

Susur sungai Sijuk sembari melihat Jeramba Sijuk yang telah dicat berwarna pelangi, Jumat (23/10/2020)
Susur sungai Sijuk sembari melihat Jeramba Sijuk yang telah dicat berwarna pelangi, Jumat (23/10/2020) (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sempat Terhenti, Garap Kembali Mangrove Kuale

Bagi yang ingin menjajaki objek wisata magrove bisa datang ke Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Di desa tersebut ada objek wisata yang disebut Mangrove Kuale.

Wisata alam hutan bakau ini memiliki luas sekitar 60,2 hektare ini berjarak 27 kilometer dari pusat kota Tanjungpandan.

Objek wisata ini menawarkan daya tarik wisata yang khas, sayangnya pengelolaan objek itu sempat terhenti.

Namun kini, kelompok sadar wisata atau Pokdarwis Mangrove Kuale kini mulai fokus mengembangkan kembali kawasan yang termasuk geosite itu.

Sempat tak terurus sekitar setahun ini, Ketua Pokdarwis Mangrove Kuale Sutami Sani menyebut pihaknya sebulan ini mulai serius menggarap kembali kawasan itu.

Setiap Sabtu, para anggota kelompok rutin berkumpul kerja bakti hingga bertukar pikiran pengembangan destinasi hingga pengemasan model paket wisata yang akan ditawarkan.

"Rencananya ada beberapa trip mangrove yang akan diperbaiki. Mudah-mudahan ke depan 1 Januari 2021 di launching, dengan adanya aktivitas seperti itu ke depan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat," ungkap Sutami kepada Posbelitung.co, Minggu (25/10/2020).

Rencana pengembangan objek wisata seperti perbaikan jembatan penghubung, penyediaan spot foto unik yang mencirikan kekhasan Desa Sijuk, adanya warung kuale dan shelter utama, penambahan listrik, dan juga ada tempat bersantai atau dalam bahasa lokal dikenal dengan istilah beransai.

Mangrove Kuale juga bakal dikemas dengan menghadirkan atraksi wisata seperti susur sungai, mencari kerang timong, mancing di kawasan hutan bakau, hingga rencana kegiatan pasar apung ala Kuale Sijuk.

"Ada event yang kami garap yakni Berua Berage Seribu Dulang puncaknya, semua komunitas swadaya masyarakat mulai dari pertanian maupun perikanan bisa berkumpul dan menjadikan kegiatan itu sebagai even rutin," jelas Sutami.

Selanjutnya dalam proses pengembangan, yang kini paling dibutuhkan, kata dia, yakni pengembangan sumber daya manusia. Juga pengetahuan dalam pemasaran objek wisata.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved