Breaking News:

Pilkada Belitung Timur

Pengamat Politik Nilai Masyarakat Tidak Terpengaruh Trah Keluarga dalam Pilkada Belitung Timur 2020

Pengamat politik sekaligus Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Bangka Belitung Ibrahim menilai Pilkada Belitung Timur 2020 berjalan fair dan menarik.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Khamelia
posbelitung.co/bryan
Ibrahim 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Pengamat politik sekaligus Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Bangka Belitung Ibrahim menilai Pilkada Belitung Timur 2020 berjalan fair dan menarik. Hal ini karena pesta demokrasi hanya diikuti dua calon sehingga klasterisasi pendukung sangat terlihat.

Kepada posbelitung.co, Senin (14/12/2020) Ibrahim mengatakan cabup Yuri Kemal yang merupakan putra Yusril Ihza Mahendra berani menantang Wakil Bupati incumbent Burhanudin yang notebene berpengalaman memimpin Beltim.

Ibrahim bilang saat ia menjadi panelis dalam debat Pilkada Beltim 2020, ia menilai kedua calon menghadirkan argumen yang seringkali bertentangan. Pilihan masyarakat terbelah antara keduanya dan membentuk pilihan masyarakat menjadi lebih mudah.

Mengenai asal trah keluarga dari latar belakang kedua calon, Ibrahim menilai masyarakat Beltim tidak terlalu mempertimbangkan hal tersebut. Buktinya trah Yusril tidak membuat Yuri menang dalam Pilkada.

"Tapi ini tidak berarti bahwa masyarakat kehilangan respektivitas pada sosok beliau. Hanya saja, saya melihat bahwa pemilih Beltim tidak terlalu mempertimbangkan faktor dinasti tersebut," ujar Ibrahim yang juga Rektor UBB ini.

Terlepas dari itu, lanjutnya, Yuri punya potensi ke depan dan kans politiknya tetap terbuka. Pengalaman Pilkada ini akan jadi energi baginya untuk berkontestasi lagi, baik pada arena yang sama maupun berbeda.

Ia menilai, secara intelektual Yuri memiliki basis cukup baik untuk terjun ke dunia politik, bahwa ia kalah dalam Pilkada ini dijelaskan oleh banyak hal. Yuri berhadapan dengan sosok yang matang dalam politik lokal di Beltim dimana Yuri merupakan pendatang baru dalam perpolitikan Belitung Timur.

"Pak Aan juga mengetahui keinginan masyarakat lokal secara utuh dimana Yuri masih perlu belajar banyak. Yusril saya amati juga tidak terlampau agresif memainkan peran, menandakan bahwa ia percaya pada kapasitas sang putra, sekaligus mendewasakan fase politik Yuri," tambah Ibrahim.

Ia menilai Pilkada kali ini cukup fair, meski sempat diwarnai insiden persidangan dugaan pelanggaran. Namun Ibrahim mengatakan kedua kubu cukup elegan bertarung.

"Tidak masifnya gerakan Yusril sebagai tokoh nasional kawakan menandakan bahwa Yusril cukup fair memainkan peran di tengah masyarakat yang begitu menghormatinya," kata Ibrahim. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Caption : Pengamat Politik dan Dosen Ilmu Politik FISIP UBB Ibrahim. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved