Berita Bangka Belitung

Kakak Adik Tewas saat Truk Terobos Lampu Merah di Pangkalpinang

Tiga orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut di persimpangan lampu merah menuju kompleks perkantoran Gubernur Bangka Belitung.

Editor: Fitriadi
Bangkapos.com/Adi Saputra
Truk mengangkut pupuk terguling setelah menabrak videotron di simpang empat lampu merah menuju kompleks perkantoran Pemprov Bangka Belitung (Simpang Gubernur) di Jalan Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, Senin (27/4/2026) 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Tiga orang meninggal dunia dan satu orang lainnya luka ringan dalam kecelakaan maut di persimpangan lampu merah menuju kompleks perkantoran Gubernur Bangka Belitung di Jalan Pulau Bangka Kota Pangkalpinang, Senin (27/4/2026) siang.

Tiga korban meninggal adalah pengendara dan penumpang sepeda motor bonceng tiga.

Dua korban kakak beradik, yakni Nur Ristia (15) dan seorang balita berusia dua tahun bernama Faiz, warga Dusun Sampur, Desa Kebintik, Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah.

Sedangkan atu korban meninggal lainnya adalah seorang remaja pria teman Nur.

Kecelakaan bermula ketika truk mengangkut pupuk menerobos lampung merah traffic light.

Di lajur lain sejumlah kendaraan melaju setelah lampu hijau menyala, Remaja pria yang membongceng Nur dan Faiz

Naas, motor yang dikendarai teman Nur membonceng Nur dan Faiz di barisan paling depan dihantam truk yang menerobos lampu merah.

Pantauan Bangkapos.com (grup Posbelitung.co ) pada Senin petang, suasana duka sedang menyelimuti keluarga Nur dan Faiz di Dusun Sampur, Desa Kebintik, Kecamatan Pangkalan Baru

Di rumah duka, tenda berukuran 5x4 meter mulai didirikan.

Sanak saudara dan tetangga berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa. 
Isak tangis pecah, terutama saat jenazah korban dibawa masuk ke dalam rumah.

Ayah Nur Ristia tampak terpukul. Ia hanya bisa menatap tubuh anaknya yang terbaring tanpa daya.

Tangis keluarga pecah saat balita Faiz, yang biasanya ceria, kini kembali dalam kondisi tak bernyawa.

Rumah kontrakan sederhana berukuran sekitar 5x8 meter itu dipenuhi keluarga dan warga yang berusaha menguatkan satu sama lain.

Duka mendalam terasa tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga lingkungan sekitar yang mengenal para korban. 

Tetangga korban, Suryana, menyebut Nur sehari-hari kerap mengasuh adiknya.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved