Breaking News:

Jenazah Maradona Tidak Boleh Dikremasi, Pengadilan Beri Peluang Tes DNA untuk Seorang Perempuan

Pengadilan Argentina memutuskan jenazah legenda sepakbola Diego Maradona yang meninggal karena serangan jantung pada usia 60 tahun "harus diawetkan".

GETTY IMAGES VIA THE SUN
Diego Armando Maradona bersama mantan istri Claudia dan putri Dalma dan Giannina pada 2008. Mantan istri dan dua anaknya ini turut dalam perebutan harta warisan Maradona, bersama sejumlah anak Maradona dari ibu yang berbeda. 

Jenazah Maradona Tidak Boleh Dikremasi, Pengadilan Beri Peluang Tes DNA untuk Seorang Perempuan

POSBELITUNG.CO - Pengadilan Argentina memutuskan jenazah legenda sepakbola Diego Maradona yang meninggal karena serangan jantung pada usia 60 tahun "harus diawetkan".

Putusan ini menjadi respons pengadilan terhadap gugatan yang diajukan oleh seorang perempuan bernama Magalí Gil.

Perempuan 25 tahun itu mengaku sebagai anak dari mantan pesepakbola klub elite Italia, Napoli, tersebut.

Baca juga: 20 Orang Rebutan Warisan Maradona, Mulai Mantan Istri dan Pacar, Anak Sah hingga Anak Luar Nikah

Maradona tercatat memiliki dua anak perempuan dari pernikahan pertamanya.

Namun setelah bercerai, dia pun kemudian menjadi ayah untuk enam anak lagi, namun nama Gil tidak termasuk di dalamnya.

Sementara Gil adalah anak adopsi pernah diberitahu oleh ibu kandungnya pada dua tahun lalu, bahwa ada kemungkinan Diego Maradona adalah ayah biologisnya.

Dalam video yang diposting di Instagram miliknya, Gil mengatakan, mengetahui siapa ayah/ orangtua kandung menjadi "hak universal" bagi setiap orang.

Baca juga: Hanya Karena Dengarkan Radio AS, Kapten Kapal Nelayan Korea Utara Ditembak Mati di Muka Umum

Bakal bongkar kuburan?

Setelah kematiannya pada 25 November, Maradona kemudian dimakamkan di pemakaman pribadi dekat Buenos Aires.

Halaman
12
Editor: M Ismunadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved