Jokowi Marah Besar,  Indonesia Nggak Takut, Perang Lawan Uni Eropa, Sawit Ditolak Nikel Mau Dikuasai

Sebab disatu sisi Uni Eropa menolak sawit, tetapi disatu sisi mereka mengincar nikel atau tepatnya bijih nikel milik Indonesia.

Editor: Hendra
Wartakota
Presiden Jokowi 

Kemudian untuk energi industri dan keadaraan karena minyak sawit juga bisa diolah menjadi biofuel dan biodisel.

Gugatan Indonesia sudah dilakukan sejak 2019 lalu ke WTO, Organisasi Perdagangan Dunia.

Selain, menjadi penggugat ekspor minyak sawit, Indonesia justru digugat karena memutuskan untuk tidak mengekspor bijih nikel yang kini menjadi andalan Indonesia, hal ini disampaikan oleh Perdagangan ( Mendag) Muhammad Lutfi, Jumat (15/1/2021) kemarin. Lutfi menyatakan kekecewaan kepada Uni Eropa di WTO tersebut.

Sementara, Presiden Jokowi menganggap kebijakan ini, sejalan dengan larangan ekspor mineral mental sejalan dengan upaya hilirisasi agar industri peleburan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri bisa berjalan.

Dampaknya Indonesia menjadi Indonesia telah mampu menjadi negara penghasil stainless steel terbesar kedua setelah China.

Namun kebijakan Indonesia ini justru digugat Uni Eropa. Hal inilah yang membuat Presiden Jokowi Marah besar.

Indonesia pun pasang genderang perang dalam tanda kutif perang dagang dengan Uni Eropa terkait dengan Bijih Nikel.

Jokowi marah besar, karena disatu sisi Uni Eropa menolak minyak sawit, tetapi mengincar bijih nikel.

'Ngapain Takut, Kita Gugat Uni Eropa' demikian diungkapkan Jokowi dihadapan pejabat tinggi negara,

Harga Sawit Indonesia Anjlok, Jokowi Marah: Mereka Incar Nikel

'Ngapain Takut, Kita Gugat Uni Eropa' ujar Jokowi di Musrenbang RPJMN di Istana Negara, pada 16 Januari 2020 seperti dilansir Sripoku.com dari Kompas.com.

Jokowi marah besar, karena hal ini menjadi Sebab Harga Sawit Indonesia Anjlok.

Gugatan Uni Eropa

Dilansir dari Kompas.com, Uni Eropa kembali melanjutkan sengketa atas kebijakan larangan ekspor bijih nikel yang dikeluarkan pemerintah Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved