Breaking News:

Jokowi Marah Besar,  Indonesia Nggak Takut, Perang Lawan Uni Eropa, Sawit Ditolak Nikel Mau Dikuasai

Sebab disatu sisi Uni Eropa menolak sawit, tetapi disatu sisi mereka mengincar nikel atau tepatnya bijih nikel milik Indonesia.

Editor: Hendra
Wartakota
Presiden Jokowi 

Akibatnya reputasi minyak sawit yang selama ini menjadi salah satu andalan Indonesia menjadi berkurang.

Dampak di dalam negera adalah menurunnya harga sawit dan anjlok kualitas dan persaingan harga di mata dunia.

Tentunya yang paling terimbas adalah petani sawit, yang diketahui bahwa Indonesia adalah pemasok terbesar minyak kelapa sawit kepada dunia, bersama Thailand dan Malaysia.

Kebijakan ini memang mempengaruhi ekspor minyak sawit, yang selama aman dikonsumsi seperti minyak goreng.

Kemudian untuk energi industri dan keadaraan karena minyak sawit juga bisa diolah menjadi biofuel dan biodisel.

Gugatan Indonesia sudah dilakukan sejak 2019 lalu ke WTO, Organisasi Perdagangan Dunia.

Selain, menjadi penggugat ekspor minyak sawit, Indonesia justru digugat karena memutuskan untuk tidak mengekspor bijih nikel yang kini menjadi andalan Indonesia, hal ini disampaikan oleh Perdagangan ( Mendag) Muhammad Lutfi, Jumat (15/1/2021) kemarin. Lutfi menyatakan kekecewaan kepada Uni Eropa di WTO tersebut.

Sementara, Presiden Jokowi menganggap kebijakan ini, sejalan dengan larangan ekspor mineral mental sejalan dengan upaya hilirisasi agar industri peleburan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri bisa berjalan.

Dampaknya Indonesia menjadi Indonesia telah mampu menjadi negara penghasil stainless steel terbesar kedua setelah China.

Namun kebijakan Indonesia ini justru digugat Uni Eropa. Hal inilah yang membuat Presiden Jokowi Marah besar.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved