Wisata Belitung

Wisata Gunung Lumut Belitung Timur, Masing-masing Ketinggian Punya Jenis Lumut yang Berbeda

Hamparan lumut terbentang luas sepanjang mata memandang, ke eksotisannya menjadi daya tari dari destinasi wisata Gunung Lumut

Tayang:
Posbelitung/suharli/bryan Bimantoro
Spot foto di Destinasi wisata Gunung Lumut. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Hamparan lumut terbentang luas sepanjang mata memandang, ke eksotisannya menjadi daya tari dari destinasi wisata Gunung Lumut, yang berada di Desa Limbongan, Kecamatan Gantung, Belitung Timur

Jarak tempuh dari pusat kota Manggar sampai Gunung Lumut sekitar 30 kilometer, yang kini dikelola oleh Kelopok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Ketua pengelola pokdarwis Gunung Lumut, Japardi menceritakan awal ide Gunung Lumut yakni Kades terpilih berencana menjadikan Gunung lumut menjadi tempat wisata, setelah terpilih datang lah Pemdes ke Gunung Lumut melihat lokasi tersebut.

Spot foto di Destinasi wisata Gunung Lumut.
Spot foto di Destinasi wisata Gunung Lumut. (Posbelitung/suharli/bryan Bimantoro)

Lumut yang ada di lokasi tersebut ada enam jenis tergantung ketinggian dan lokasinya, lumut itu hanya tumbuh lokasi tersebut, berbeda dengan Gunung atau bukit lain yang ada di pulau Belitung.

"Banyak wisatawan, yang datang juga bingung kenapa pada ketinggian kurang dari 175 MDPL sudah ditumbuhi lumut, sedang ketinggiannya dari lokasi rest area sekitar 733 meter untuk sampai puncak, sedang lokasi lumut berada di ketinggian 500 meter," ujarnya.

Tak hanya lumut, tanaman lain berupa kayu-kayuan per 20 meter ada 20 jenis kayu, kemudian juga ada fauna seperti tarsius, kera dan lutung, dan sebagainya.

Tempat wisata Gunung Lumut saat ini sedang dalam tahapan pembenahan, kedepannya tidak hanya oemadangan eksotis yang memanjakan mata, Japardi mengaku juga akan disediakan pelengkap lainnya seperti kuliner, senibudaya, tanaman obat-obatan dari hutan serta agrowisata.

Sebelumnya, Tempat wisata Gunung Lumut diserahkan kepada Karang Taruna, namun seiring jalan dikelola oleh Pokdarwis.

Tanggal 11 Agustus 2017 lalu, sudah pernahbdikukuhkan oleh Bupati ada delapan agar menjadi desa wisata baru satu diantaranya Desa, pada 26 September 2017 lalu karena desa wisata dibentuk lah Pokdarwis, termasuk didalamnya ada karang taruna juga," ujar Japardi kepada posbelitung.co, Sabtu (23/1/2021).

Dia pun berpesan bagi pengunjung atau wisatawan yang datang juga dapat menjaga vegetasi yang ada di lingkungan tersebut dengan tidak menginjak lumut, atau memotong tanaman yang ada.

Kata mereka wisatawan yang berkunjung ke Gunung Lumut:

Yeriyan satu diantara pengunjung mengatakan, Yang menarik dari gunung Lumut keunikan itu dari lumut-lumut sendiri yang tumbuh di gunung dengan bermacam-macam jenis lumut, terus tracking yang tidak terlalu sulit untuk keluarga atau anak-anak, pemandangan juga sangat bagus dari segi pelayanan-pelayanan untuk juga ramah.

Mungkin bisa ditambah papan penunjuk arah ke lokasi untuk mempermudah kawan-kawan yang akan ke Gunung Lumut.

Eko Dwi Putra : wisatawan yang berkunjung ke Gunung Lumut menyampaikan Menarik dari gunung yang pertama di situ kita bisa lihat kau hutannya masih asli.

Hutannya masih Asri di mana Di sana terdapat hamparan lumut yang panjang dan luas yang merupakan kelestarian alamnya.

Kita juga bisa melihat view dataran yang luas di mana di ketinggian kurang lebih 200 meter itu kita disuguhkan oleh pemandangan yang indah jadi ke ketika sekalian berkunjung ke gunung lumut, bisa melihat view yang luas di mana di ketinggian kurang lebih 200 meter itu kita disuguhkan.

Namun sebaiknya ketika ingin berkunjung ke daerah kawasan wisata gunung lumut ada baiknya datang di saat di kala musim penghujan karena lumut jadi tampak lebih segar. (Posbelitung.co/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved