Solusi Sampah Plastik, Belitung Punya Sedotan Purun, Menparekraf: Ini Nih yang Dicari Dari Tadi
Menteri Parekraf Sandiaga Uno langsung berhenti saat mendapat sedotan plastik atau sedotan purun di Belitung.
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: M Ismunadi
Solusi Sampah Plastik, Belitung Punya Sedotan Purun, Menparekraf: Ini Nih yang Dicari Dari Tadi
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ketika mengunjungi kawasan HKm Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Jumat (5/2/2021), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) bersepeda dan mengelilingi lokasi seluas sekitar 255 hektare. Ia juga dijamu pengelola HKm Juru Seberang buat menikmati pempek pakai kuah cuka, kue ongol-ongol, dan kelapa muda.
Sandi juga memuji bahwasanya jamuan itu sudah mengacu pada standar clean, health, safety, and enviromental sustainability atau bersih, sehat, aman, dan keberlanjutan lingkungan.
"Tapi ada satu, sedotan plastik yang ingin kembangkan sedotan purun yang dikembangkan Kabupaten Belitung. Itu catatan kecil saja. Bupati dan Wakil Bupati menyanggupi memastikan bahwa hutan kemasyarakatan bebas dari plastik," ucapnya.
Lalu ketika mengunjungi Desa Wisata Kreatif Terong, satu dari pelaku ekonomi kreatif menampilkan produk sedotan purun di stannya. Menparekraf Sandi yang didampingi Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Bupati Belitung Sahani Saleh, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, dan rombongan pun lalu berhenti.
"Ini nih yang dicari dari tadi. Tadi kami masih pakai sedotan plastik," kata Sandi.
Ia lalu mengeluarkan smartphone, kemudian mencoba kode bar pembayaran yang ada di meja stan pelaku ekonomi kreatif tersebut.
"Waduh.. sudah bayar," ujarnya sembari menunjukkan ponselnya kepada pemilik produk sedotan purun.
Hartati, satu di antara tim pengembang purun grass straw yang menjaga stan tampak semringah usai Menparekraf Sandi mengunjungi stannya.
"Senang sekali, bangga karena ini salah satunya mengangkat nama Belitung, nama Indonesia dengan solusi mengurangi limbah plastik," ucapnya.
Sedotan purun, menjadi produk yang dikembangkan dari bahan alam, yakni dari tanaman purun. Sedotan yang dibuat juga tidak menggunakan bahan kimia, aman bagi lingkungan, dan memberikan dampak sosial karena diolah secara home industry.
"Harapannya mendunia, karena kami ingin membantu dunia mengurangi limbah plastik. Hingga saat ini support pemerintah luar biasa bagi kami, memberikan motivasi, membantu promosi, tadi pak gubernur sudah menyampaikan beliau akan membantu menyiapkan mesin pengering agar bisa mengejar hasil produksi yang lebih banyak," ucapnya.
"Kendalanya cuaca karena masih dijemur, Pak Gubernur sudah berjanji agar ketua HIPMI memesan alat untuk sedotan purun," imbuh dia.
Pelaku ekonomi kreatif ini mengatakan, dalam sehari mereka mampu memproduksi 500 buah. Sedotan purun yang dibuat memiliki dua variasi yakni sedotan purun segar berwarna hijau dan sedotan kering yang sudah berwarna kecoklatan. Sedotan kering ini bisa disimpan selama enam bulan.
Ketika ditanya apakah penggunaan sedotan tersebut buat sekali pakai atau bisa digunakan berkali-kali, Tuti mengatakan sebenarnya tidak ada masalah walaupun harus digunakan berkali-kali.
Hanya karena sudah terkontaminasi minuman tertentu sehingga penggunaan sekali pakai lebih disarankannya.
Tapi tak perlu khawatir, sedotan purun habis pakai bisa dibuang ke pot tanaman karena bisa terurai menjadi pupuk alami.
(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/menparekraf-sandiaga-uno-bupati-belitung-sahani-saleh.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/sedotan-purun-yang-ramah-lingkungan.jpg)