Berita Belitung Timur
Mata Moh Arwan Berkaca-Kaca saat Terima SK PPPK, Belasan Tahun Mengabdi Jadi Hononer Terbayar
Belasan tahun menjadi pegawai K2 sebagai penyuluh pertanian, Moh Arwan (40) tampak berkaca-kaca saat menerima SK Pegawai Pemerintah
POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Belasan tahun menjadi pegawai K2 sebagai penyuluh pertanian, Moh Arwan (40) tampak berkaca-kaca saat menerima SK Pegawai Pemerintah dengan perjanjian Kerja (PPPK), di ruang rapat Kantor Bupati Belitung Timur.
"Saya honorer tugasnya di Desa Mayang, Kelapa kampit sebagai penyuluh pertanian K2 tahun 2008. Saat ini sudah 13 tahun tugasnya," ungkap Arwan usai menerima SK PPPK. Jumat (19/2/2021).
Dia mengucapkan syukur, menurutnya setelah cukup lama mengabdi dan menunggu akhirnya mendapatkan status PPPK.
"Walaupun bagaimana ini harus disyukuri karena juga sudah disetarakan dengan PNS walau kami tidak ada pensiun," kata Arwan.
Berkenaan pensiun, Arwan mengatakan menata sendiri misalnya dengan cara menabung kedepannya.
Diapun perharap agar kedepannya akan lebih bagus dan kesejahteraan lebih meningkat.
Ditanya berkenaan K2 di mana wacana dulunya akan diangkat jadi PNS, namun akhirnya dialihkan ke PPPK, Arwan tetap merasa bersyukur.
"Kalau saya pribadi bersyukur, ya kami harus tunduk dengan aturan karena dalam undang-undang juga menyatakan kalau umur sudah lebih dari 35 tahun tidak bisa masuk ke PNS. Jadi mungkin istilahnya ini jalan khusus dari pemerintah dibuatkan PPPK, karena kami juga sudah lama mengabdi," kata Arwan.
Rasa syukur juga diungkapkan penerima SK PPPK lainnya dari jabatan Guru Asmaniah. Dia mengaku menjadi guru di SD 13 Manggar selama 16 tahun.
Asmaniah merasa sulit mengungkapkan perasaanya ketika menerima SK PPPK, pasalnya apa yang ditunggu-tunggu olehnya tercapai.
"Senang pasti, intinya adanya PPPK ini sangat bersyukur," ujarnya.
Dia mengatakan dari tujuh peserta yang mengikuti seleksi PPPK hanya empat orang dinyatakan lulus termasuk dirinya, sedangkan tiga lainnya tidak.
Berkenaan dengan penggangkatan PPPK selanjutnya, kepala BKPSDM Yuspian mengaku informasi terbaru yang diterima adalah tenaga guru.
"Informasi yang kami dapat untuk tenaga guru sampai dengan tahun 2024 itu tidak ada merekrut PNS tapi hanya merekrut PPPK saja," ucapnya.
Setiap tahun untuk alokasinya akan berbeda yang nantinyabakan disamoaikan olen Menpan RB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20211902-pppk-1.jpg)