Pengertian Vaksin Nusantara, Begini Cara Kerjanya Untuk Melawan Covid-19

Vaksin Nusantara merupakan vaksin untuk melawan Covid-19 yang sedang dikembangkan di Indonesia.

Editor: Fitriadi
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Ruang instalasi laboratorium RSUP Kariadi Semarang. Vaksin Nusantara merupakan vaksin untuk melawan virus corona yang tengah dikembangkan dan diuji di Indonesia. 

Ditanyakan Ahmad, siapa sih yang mengizinkan uji klinis seperti ini?

Padahal di masa pandemi, yang dibutuhkan adalah vaksinasi yang simpel.

Bukan vaksin berbasis sel dendritik yang sangat ribet.

Cara Kerja Vaksin Nusantara

Vaksin Nusantara yang diprakarsai Terawan dibuat dengan mengeluarkan sel dendritik dari dalam tubuh, kemudian memasukkannya lagi.

Cara mengeluarkan sel dendritik, ahli akan mengambil darah orang yang akan divaksin.

Setelah diambil darahnya, relawan diperbolehkan pulang agar ahli dapat menumbuhkan sel dendritik di laboratorium.

Baca juga ---> Mesum di Mobil, Pasangan Mahasiswi dan Mahasiswa Kaget saat Didatangi Polisi

Baca juga ---> Terkesan Menghilang, Ini yang Dilakukan Nissa Sabyan Sekarang, Ayus Minta Maaf Atas Kekhilafan

Baca juga ---> Ayah Kalina Oktarani Alami Penyakit Menular Ini, Sebabkan Vicky Prasetyo Batal Menikah

Di dalam darah ada berbagai macam sel, dari sel darah merah, sel darah putih, termasuk sel prekursor dendritik.

"(Sel prekursor dendritik) belum menjadi sel dendritik, tapi masih (berbentuk) sel prekursor," jelas Ahmad.

Nah, setelah darah diambil dari relawan atau orang yang akan divaksin, ahli kemudian akan menumbuhkan sel prekursor dendritik secara spesifik.

"Jadi sel darah merah dipisahin, sel darah putih juga diilangin. Mereka (ahli) hanya berusaha menumbuhkan sel prekursor dendritik," papar dia.

Sel prekursor dendritik ini ditumbuhkan di cawan laboratorium.

Pada sel prekursor tersebut, akan diberikan senyawa khusus agar bisa tumbuh menjadi sel dendritik.

"Pada masa inkubasi itu kan perlu waktu, sekitar 2-3 hari. Pada masa itu juga diberikan antigen (ke sel dendritik). Jadi antigennya tidak disuntikkan ke orang, tapi diberikan langsung ke sel dendritik (di laboratorium)," kata Ahmad.

Setelah sel dendritik beranjak dewasa dan sudah terpapar antigen, sel tersebut disuntikkan kembali ke relawan yang sama.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved