Breaking News:

WIKI BELITUNG

Komunitas Pecinta Ikan Hias dan Predator Belitung, Ikan Cana Belitung Mulai Jadi Tren

Komunitas pecinta ikan hias dan predator Belitung, punya ratusan persahabatan.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: nurhayati
Dok/Pribadi
Komunitas pecinta ikan hias dan predator Belitung, sedang menunjukan berbagai koleksi ikan. 

Ikan Cana Jadi Tren Baru

Di Kabupaten Belitung, sekarang ini sedang ada tren baru tentang jenis ikan. Ada ikan lokal sekitar satu tahun belakang buming dan nama ikan tersebut cana.

Ikan ini hampir sama seperti ikan gabus, namun ada beberapa point menjadi perbedaan.

Sifat ikan ini, teritorial dan saling membunuh antara satu sama lain. Namun saat ingin kawin, ikan ini mencari pasangan, sehingga bersahabat.

"Ini bukan ikan baru sebetulnya dan sangat banyak sekali. Apalagi di Belitung Timur itu sangat banyak, biasa orang Belitung menyebut ampo pelawan," kata Nandus pada acara dialog ruang kita kepada Pos Belitung, kamis (1/4/2021).

Ikan cana memiliki berbagai jenis. Ada jenis cana maru, cana maru, cana bensanes, cana busius dan cana limbakau. Ukuran cana ini tidak bisa besar, maksimal 18 sentimeter (cm). Ikan predator ini baru diketahui memiliki nilai harga cukup tinggi, pada awal April 2020 lalu.

"Awalnya saya mengetahui dari YouTube, dan itu sempat booming di Yogyakarta.Saya lihat seperti ikan lokal Belitung, tapi yang booming itu cana maru, dan sempat ditawar seharga Rp 60 juta," ucapnya.

Komunitas pecinta ikan hias dan predator Belitung, sedang menunjukan berbagai koleksi ikan.
Komunitas pecinta ikan hias dan predator Belitung, sedang menunjukan berbagai koleksi ikan. (Dok/Pribadi)

Namun untuk ikan cana di Belitung, cana labirin. Pemeliharaan ikan ini tidak begitu repot, cukup mengganti air secara rutin setiap minggu.

"Ini bagus nya di aquarium, dan jangan lupa bagian atas aquarium itu harus ditutup, agar tidak lompat. Gantia air juga tidak boleh langsung, harus setengah aquarium dibuang, terus ditambah air baru, agar PH air nya tidak berubah," jelas Nandus.

Makanan ikan ini, bisa berupa cacing tanah, jangkrik, ulat dan pelet. Namun kondisi makanan itu, harus disesuaikan dengan kondisi besaran mulut ikan tersebut.

"Jadi harus di potong-potong dan populasi nya sangat banyak sekali di Pulau Belitung ini. Banyak orang Belitung tau tentang ikan ini, tapi ternyata nilainya bisa jutaan itu baru belakangan ini tau nya. Tapi kalau yang lokal Belitung tidak semalam cana India dan sebagainya," bebernya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved