Ganti KRI Nanggala yang Hancur, Prabowo Dikabarkan Beli 3 Unit Kapal Selam Canggih Buatan Jerman

Kapal selam calon pengganti KRI Nanggala-402 ini dilengkapi teknologi Fuel Cell Air-Independent Propulsion System dan berteknologi canggih

Editor: Hendra
Twitter @JurnalMaritim
Kapal selam KRI Nanggala-402 

POSBELITUNG.CO, -- Paska tenggelamnya KRI Nanggala 402 buatan Jerman membuat Indonesia kini kekurangan armada kapal selam.

Menjawab kekurangan ini Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto disebut-sebut akan segera membeli kapal selam baru.

Selain mengganti KRI Nanggala, Prabowo juga akan menambah jumlah armada kapal selam untuk pertahanan Indonesia.

Salah satu yang dilirik Indonesia adalah kapal selam diesel-listrik (SSK) tipe 214 buatan Jerman.

Baca Berita Lainnya:

--> Misteri Tenggelamnya KRI Nanggala, Gelombang Aneh Sedot Kapal, Tertangkap Satelit Jepang dan Eropa

--> Wanita Ini Dicap Calon Teroris, Kirim Uang Tulis Keterangan Dana Untuk Isis, Akhirnya Repot dan Malu

Melansir dari Instagram @infokomando, Prabowo Subianto membaca tenggelamnya KRI Nanggala-402 sebagai kelemahan yang harus diperbaiki.

Ia menyiapkan anggaran untuk membeli 3 kapal selam baru dengan teknologi mumpuni.

Indonesia diketahui sudah menjajaki teknologi kapal selam di 2 negara, yakni Prancis dengan Riachuelo class dan Jerman dengan U214 class.

"Diperkirakan 2024 mendatang, salah satu dari 2 type kapal selam di atas, sebanyak 3 buah akan tiba di Indonesia," tulis @infokomando.

Sosok.ID menyadur laman perusahaan Thyssen-Krupp Marine Systems (TKMS), Kamis (29/4/2021), kapal selam kelas 214 merupakan kapal selam bertipe hybrid engan kompartemen berlambung tunggal yang menggabungkan prinsip desain dari tipe 209 dan tipe 212A.

Kapal selam calon pengganti KRI Nanggala-402 ini dilengkapi teknologi Fuel Cell Air-Independent Propulsion System yang dapat meningkatkan ketahanan bawah air secara signifikan dan mengurangi risiko deteksi.

Campuran senjata dan sensor U-214 dikombinasikan dengan fitur AIP yang terintegrasi penuh, ditakdirkan untuk semua operasi dan misi kapal selam modern.

Baca Berita Lainnya:

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved