KKB Terus Tebar Teror, Saat Lapar Minta Makan Secara Paksa, Warga Ketakutan Pilih Tinggalkan Kampung
Pembunuhan dan kekerasan yang dilakukan oleh KKB di Papua juga menjadi alasan pemerintah menetapkan mereka sebagai organisasi teroris
Menurut Mahfud, yang dikategorikan teroris adalah semua orang yang terlibat dalam merencanakan, menggerakkan, dan mengorganisasikan tindakan terorisme.
Sementara, terorisme adalah setiap perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaraman yang menimbulkan suasana teror secara meluas yang dapat menimbulkan korban secara massal.
Tidak hanya itu, tindakan terorisme juga dapat menimbulkan kehancuran terhadap obyek vital strategis terhadap lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, dan keamanan.
Tidak hanya kejadian belakangan ini, bahkan KKB di Papua pada tahun lalu juga melakukan teror pada warga hingga harus diungsikan.
Disampaikan oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes AM. Kamal, melalui rilis, pada Sabtu (7/3/2020), bahwa sudah tercatat 790 orang diungsikan dari kawasan Tembagapura ke kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua.
Baca Berita lainnya:
--> Misteri Tenggelamnya KRI Nanggala, Gelombang Aneh Sedot Kapal, Tertangkap Satelit Jepang dan Eropa
--> Sosok Suheri Ahli Torpedo, PNS Satu-satunya di KRI Nanggala 402, Hadir di Setiap Operasi Kapal Selam
--> Wanita Muda Bunuh Bocah Anak Tetangga, Dimasukkan ke Karung Hidup-Hidup, Lalu Dibuang ke Sumur
"Hingga Jumat (6/3/2020) pukul 18.00 WIT, dari data yang di dapatkan sudah sekitar 790 orang yang mengungsi dari kampung mereka," ujarnya.
"Terdiri dari sekitar 100 anak-anak, 370 wanita dan 320 laki-laki, yang bertempat tinggal dari Kampung Longsoran, Kampung Batu Besar, dan Kampung Kimbeli serta kemungkinan besok akan ada lagi dari Kampung Banti."
Menurut keterangan warga, mereka ingin mengungsi ke Timika karena suasana di kampung sudah tidak nyaman, dengan adanya KKB yang menempati dan mengganggu masyarakat Kampung.
Tidak hanya itu, KKB pun meminta makanan dengan paksaan dan menodongkan senjata kepada warga.
Dengan menggunakan 13 Bus PT Freepot, warga yang didata diantar ke Timika.
"Setelah sampai ke Timika mereka akan diantar dengan kendaraan truk yang sudah disiapkan, dan akan mengantar masyarakat hingga ke kediaman mereka di Kota Timika seperti ke Sp5, Sp 12, Kwamki dan daerah lain, juga untuk masyarakat yang masih menunggu kendaraan bis di siapkan makan dan minuman sementara menunggu kendaraan menuju ke timika," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kkb-bakar-sekolah-di-papua.jpg)