Virus Corona

Covid-19 di Jakarta Membludak, Usulan PSBB Ketat Hingga Lockdown Akhir Pekan

Kasus Covid-19 meningkat drastis. Di DKI Jakarta bahkan mencatatkan rekor kasus harian tertinggi selama 3 hari berturut-turut.

Editor: Fitriadi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tenaga medis mendampingi orang tanpa gejala (OTG) menaiki bus sekolah di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta, Rabu (23/9/2020). Sejumlah unit bus sekolah kini dialihfungsikan menjadi kendaraan untuk mengantar pasien Covid-19 berstatus OTG dari puskesmas ke RS Darurat Wisma Atlet seiring meningkatnya kasus baru virus corona di Jakarta. 

Oleh karena itu, dia menilai pemerintah perlu terbuka untuk opsi melalukan treatment untuk mencegah perluasan peradangan akibat serangan virus SARS Cov-2 ini.

Jangan sampai negara Indonesia mengalami seperti India yang terlambat melakukan antisipasi yang menyebabkan pemularan tidak terkendali dan fatality rate yang tinggi.

"Semua peringatan dari para ahli harus mendapat perhatian serius. Jangan lagi hanya membicarakan bisnis semata dalam situasi genting Covid ini, " pungkasnya.

Usulan Lockdown Akhir Pekan

DPR RI mengusulkan wilayah yang mengalami lonjakan kasus harian Covid-19 seperti DKI Jakarta, menerapkan lockdown atau pembatasan ketat di akhir pekan.

Menanggapi usulan ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan kebijakan yang diambil di Jakarta mengikuti keputusan pemerintah pusat.

"Ya kan kebijakan kita mengikuti apa yang diambil pemerintah pusat melalui Menko Perekonomian, Bapak Airlangga Hartarto, Pak Mendagri, Pak Tito mengeluarkan kebijakan," terang Riza kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

"Kami mengikuti, melaksanakan apa yang telah diputuskan oleh pemerintah pusat," jelas dia.

Kata Riza, Pemprov DKI selaku pemerintah daerah tidak bisa mengambil kebijakan sendiri lantaran hanya sebagai pelaksana kebijakan pemerintah pusat.

Seperti pembatasan jam operasional hingga kapasitas pengunjung tempat usaha.

"Tugas kami menjadi pelaksana daripada kebijakan yang diambil. Terkait pembatasan kapasitas, jam operasional, dan kebijakan lainnya termasuk rumah ibadah," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan agar diterapkan semi lockdown di hari Sabtu-Minggu atau akhir pekan.

Sebab, di hari itu mayoritas kegiatan perkantoran tutup.

Hal itu guna menekan angka penyebaran Covid-19 yang makin meningkat.

Menurut Dasco, sebaiknya kebijakan semi lockdown dan PPKM mikro dikombinasikan guna menekan angka penularan Covid-19 terutama di wilayah DKI Jakarta.

"Soal efektif atau tidaknya belum diketahui, karena lonjakan makin tinggi makanya kita perlu ambil langkah, kalau perlu kombinasi keduanya, supaya apapun yang kita lakukan itu bagaimana caranya menekan lagi Covid terutama di DKI ini," katanya.(Tribunnews.com/Vincentius Jyestha Candraditya/Danang Triatmojo)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved