Breaking News:

WIKI BELITUNG

Serunya Berburu Madu di Tebat Rasau Belitung Timur, Per Botol Madu Hutan Dijual Rp100.000

Mengambil madu hutan atau biasa disebut muar madu oleh orang Pulau Belitung, masih sering dilakukan oleh beberapa warga Desa Lintang

Penulis: Suharli | Editor: nurhayati
Serunya Berburu Madu di Tebat Rasau Belitung Timur, Per Botol Madu Hutan Dijual Rp100.000 - 20210813-madu1.jpg
Posbelitung.co/Suharli
Proses panen madu oleh warga Desa Lintang, Simpang Regiang, Belitung Timur. Rabu (11/8/2021)
Serunya Berburu Madu di Tebat Rasau Belitung Timur, Per Botol Madu Hutan Dijual Rp100.000 - 20210813-madu3.jpg
Posbelitung.co/Suharli
Proses panen madu oleh warga Desa Lintang, Simpang Regiang, Belitung Timur, Rabu (11/8/2021)
Serunya Berburu Madu di Tebat Rasau Belitung Timur, Per Botol Madu Hutan Dijual Rp100.000 - 29210813-madu3.jpg
Posbelitung.co/Suharli
Proses panen madu oleh warga Desa Lintang, Simpang Regiang, Belitung Timur, Rabu (11/8/2021)

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Mengambil madu hutan atau biasa disebut muar madu oleh orang Pulau Belitung, masih sering dilakukan oleh beberapa warga Desa Lintang, Kecamatan Simpang Renggiang, Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Darmawi satu di antara warga desa Lintang sejak pagi sudah tampak bersiap menyiapkan perlengkapan yang akan biasa digunakannya  untuk muar madu.

Diantaranya ember dan sebilah parang, dalam perjalanan menuju lokasi sarang lebah madu yang tidak jauh dari lokasi wisata Tebat Rasau.

Baca juga: Ketua DPRD Belitung Timur Sebut Sudah 3 Tahun Tunjangan di DPRD Tak Ada Perubahan, Ini Besarannya

Baca juga: Detik-detik Tabung Oksigen untuk Pasien Isoman Meledak saat Isi Ulang, Seorang Pekerja Terluka

Dia menyempatkan menebang daun nangak (sejenis tanaman palm) dan mengumpulkan ranting-ranting kayu kering kemudian memotong dedaunan yang masih basah dilengkapi dengan lembaran daun nangak.

Rantingnya sudah terkumpul itu kemudian dibalutnya dengan daun yang sudah dikumpulkan beserta dengan daun nangak selanjutnya diikat dengan kumpulan daun lainnya, kemudian dibakar tepat di bagian tengahnya hingga mengepulkan asap.

Asap itu kemudian digunakan untuk mengusir madu dari sarangnya agar lebih memudahkan proses muar madu.

Sarang lebah yang sudah ditinggalkan oleh lebahnya selanjutnya dipotong oleh Darmawi menjadi beberapa bagian, kemudian potongan yang berisikan madu itu dimasukan kedalam ember.

Selama proses panen, asap harus dipastikan terus mengepul agar lebah tidak menyerang.

Proses panen madu oleh warga Desa Lintang, Simpang Regiang, Belitung Timur. Rabu (11/8/2021)
Proses panen madu oleh warga Desa Lintang, Simpang Regiang, Belitung Timur. Rabu (11/8/2021) (Posbelitung.co/Suharli)

Umumnya lebah itu bersarang di hutan kerangas, oleh warga sekitar dibuatkan semacam tempat yang dapat dihinggapi madu terbuat dari kayu pajang yang disanggah dengan kayu lainya, mereka menyebutnya dengan sunggaran.

"Kalau panennya berapa banyak, tergantung dari berapa banyak sunggaran yang di pasang, tapi kadang ada juga sunggar yang tidak dihinggapi," ungkap Darmawi kepada Posbelitung.co beberapa waktu lalu.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved