Lipsus Kue Satu Khas Belitung
Kue Tradisional Perlu Promosi Gencar
Saat awal naik daunnya pariwisata Belitung yang dibarengi besarnya jumlah wisatawan yang datang, kue kering tradisional memang sempat menarik.
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kue kering tradisional di toko oleh-oleh Belitung terbilang masih sedikit.
Keberadaannya memang masih kalah familier dibandingkan aneka olahan hasil laut.
Manajer Galeri KUMKM Belitung, Sulaiman, mengemukakan, kue tradisional seperti kue cokelat, rintak, dan kue satu, serapan pasarnya terbilang masih kecil. Lantaran kue-kue kering tersebut mirip dengan kue kering di luar daerah.
"Misalnya kue rintak kalau di Bangka juga disebut kue bangkit, sehingga nilai kekhasan daerahnya berimbang dengan daerah lain. Kalau kue satu begitu juga, tamu dari luar daerah sudah tahu," kata Sulaiman kepada Posbelitung.co, Kamis (2/12).
Baca juga: Kue Satu Jadi Pengingat Momen saat Lebaran
Saat awal naik daunnya pariwisata Belitung yang dibarengi besarnya jumlah wisatawan yang datang, kue kering tradisional memang sempat menarik.
Namun seiring waktu, banyak pula yang sudah mengenal kue-kue tersebut. Kondisi itu sehingga kurang diminati dibandingkan oleh-oleh olahan laut Belitung.
Namun, menurut Sulaiman, ada trik yang bisa dilakukan mengangkat kue tradisional agar menarik bagi wisatawan untuk menjadikannya sebagai buah tangan.
Satu di antaranya dengan menggencarkan promosi serta didukung narasi yang bagus.
Baca juga: Memproduksi Kue Satu Oleh-oleh Khas Belitung untuk Wisatawan, Yanti Sukses Berbekal Resep Orang Tua
"Story telling harus bagus. Kalau bikin kue satu, terkait kue satu dari kacang hijau, proses disampaikan ceritanya. Jadi mereka yang lupa atau tidak tahu prosesnya bisa mengetahui melalui narasi tersebut," ucap Sulaiman.
Begitu pula dengan kue kering lain seperti kue rintak.
Kue rintak yang ada di Belitung dengan rintak atau kue bangkit dari Bangka, misalnya, bisa saja memiliki bahan dan proses yang berbeda.
Ada yang terbuat dari sagu, ada pula yang terbuat dari santan dan gula yang dicairkan.
Baca juga: Kacang Dianggap sebagai Simbol Perlawanan Kemiskinan
Proses membuat dengan cara dipanggang dalam oven akan memiliki rasa dan aroma yang berbeda jika dipanggang dalam oven tradisional yang memanfaatkan sabut kelapa.
Melalui story telling yang bahasa yang unik dan ringkas, mungkin membuat tamu lebih berminat untuk menjadikan produk tersebut sebagai oleh-oleh karena ada keunikan tersendiri.
"Promosi dan story telling perlu digencarkan supaya produk lokal bisa diangkat," tuturnya. (del)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20211203-kue-satu-kue-kering-tradisional-yang-terbuat-dari-tepung-kacang-hijau.jpg)