Breaking News:

Nek Misnawati Biayai Pendidikan Dua Cucunya dari Hasil Ngereman Timah

Dia bernama Misnawati. Nenek itu tinggal di sebuah kontrakan kecil di Desa Lenggang, Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Tedja Pramana
Posbelitung.co/BryanBimantoro
Nek Misnawati ditemui posbelitung.co saat melimbang timah beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dari kejauhan terlihat seorang perempuan renta dengan pundak yang sudah bungkuk berjalan mendekati sebuah pondok.

Jalannya pelan namun terlihat semangat untuk mengais rejeki hari ini.

Rejekinya memang sebenar-benarnya kaisan, karena dia bekerja mengais tanah-tanah sakkan yang dibuang dari para penambang dan diolahnya kembali untuk mendapatkan sisa-sisa pasir timah.

Dia bernama Misnawati. Nenek itu tinggal di sebuah kontrakan kecil di Desa Lenggang, Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Di kontrakan itu dia tinggal sendiri karena suaminya sudah meninggal. Walau begitu, dia punya beban berat yakni harus membiayai pendidikan dua cucunya di pesantren di Manggar dan di Pulau Jawa.

Selain mengais timah, dia juga ngereman alias menjual sesuatu untuk para penambang bekerja, seperti kopi, makanan, dan keperluan lainnya.

Namun para penambang ini membayarnya bukan memakai uang, melainkan dibarter dengan satu gelas air mineral yang isinya pasir timah. Timah itulah yang nantinya mereka jual dan hasilnya untuk membiayai hidup.

Misnawati menjadi satu dari puluhan janda yang menggantungkan hidup dari kerjaan kasar tersebut.

Dia mengakui bahwa kerjaan itu berat baginya yang sudah masuk usia senja, namun dia tak punya pilihan lain.

Selain harus mengirimi tiap bulan dua cucunya yang sedang sekolah, harus juga membayar listrik, kontrakan, hingga makan sehari-hari.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved