Wawancara Khusus

Bincang dengan drg Bambang Tri Susilo SpBM: Sering Disepelekan, Infeksi Gigi Bisa Sebabkan Kematian

Gejala yang timbul karena infeksi gigi seperti sakit gigi atau bengkak perlu menjadi perhatian.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Program Konter yang dipandu host Disa Aryandi (kanan) saat berbincang dengan dokter spesialis bedah mulut di RSUD Marsidi Judono dan RS Utama, drg Bambang Tri Susilo SpBM, Kamis (17/2/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Gejala yang timbul karena infeksi gigi seperti sakit gigi atau bengkak perlu menjadi perhatian. Ini agar infeksi tidak berlarut-larut dan menjadi masalah serius.

Lebih lanjut mengenai infeksi gigi ini, Posbelitung.co telah merangkum obrolan pada program Konter atau Konsultasi Dokter yang menghadirkan dokter spesialis bedah mulut di RSUD Marsidi Judono dan RS Utama drg Bambang Tri Susilo Sp.BM. Berikut kutipan wawancaranya:

T : Apa tanda-tanda gejala terjadi infeksi pada gigi?
J : Kalau infeksi sendiri, infeksi lokal yang pertama kita perhatian terjadinya sakit pada gigi tersebut. Tandanya infeksi gigi dimulai dari lapisan terluar yang jika dibiarkan, lama kelamaan akan masuk lebih dalam dan sakitnya lebih parah.
Tanda-tanda lainnya jika terjadi infeksi kemungkinan juga terjadi inflamasi atau peradangan sebagai respon perlawanan dari tubuh berupa kemerahan dan rasa panas di sekitarnya, dan menurunnya fungsi sehingga kebiasaan makan pada sisi tertentu menjadi tidak bisa.

Selain itu juga terjadi pembengkakan jika infeksinya sudah menjalar ke daerah luar gigi.
Gigi mempunyai lapisan terluar yang disebut email, masuk ke dalam ada lapisan dentin yang ketika terjadinya infeksi gigi atau bolongnya sampai ke lapisan dentin maka mulai berasa ngilu. Hal ini disebabkan karena ada serabut saraf di lapisan dentin tersebut. Masuk lagi ada lapisan vulva, isinya pembuluh darah dan syarat yang jika infeksi sudah sampai ke situ, maka sakitnya luar biasa. Terus ada bagian bawah akar gigi.

T : Apakah infeksi gigi sering terjadi di Belitung?
J : Saya balik ke Belitung 2018, terhitung ini tahun keempat, setiap minggu ada saja pasien yang datang ke saya dengan infeksi yang sudah meluas. Sudah meluas karena infeksinya tidak hanya terjadi pada lokasi gigi, tapi sudah meluas ke jaringan sekitarnya yang memang membahayakan pasien. Infeksi gigi bisa menyebabkan kematian kalau memang ketidakpedulian tinggi.

Sebenarnya kalau infeksi gigi sampai parah, perawatan akan lebih sulit dan mengembalikan fungsi seperti sebelumnua menjadi lebih susah, serta bisa berkelanjutan hingga menyebabkan kematian.
Kalau rentang usia yang mengalami infeksi gigi ini luas sekali, bisa terjadi pada anak-anak sampai orang tua, tidak terpatok pada usia tertentu. Kebanyakan yang datang ke saya untuk pasien infeksi ini sekitar 35 ke atas yang paling banyak.

T : Lalu bagaimana pencegahannya?
J : Kalau pencegahan, tidak boleh meremehkan. Ketika sudah merasakan infeksi pada gigi, kalau sakit pada giginya segera periksakan ke dokter. Di sini ( Belitung) kebanyakan kalau sakit gigi cuman minum obat warung, ketika rasa sakitnya hilang, terus akan diabaikan, tidak ada pengobatan lokal di gigi sehingga giginya tidak benar-benar sembuh. Gigi bolong dibiarkan terus menerus sampai infeksi.

Maka yang pertama pencegahan ketika sudah ada tanda-tanda sakit dan bengkak, cepat-cepat ke dokter gigi untuk dilihat, tindakan cepat dari awal akan mengurangi risiko sampai infeksi berat yang berujung kematian.

T : Kebanyakan gigi yang sakit karena ada lubang pada gigi. Apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya?
J : Lubang pada gigi adalah tanda awal terjadi infeksi pada gigi. Kalau memang ada lubang, penyebabnya banyak yang bisa disimpulkan ada beberapa faktor yang memegang peranan penting, seperti giginya sendiri dan pola hidup karena mengonsumsi makanan manis.

Makanan manis ini mengandung gula yang difermentasi dalam gigi sehingga mengundang bakteri yang menyebabkan gigi berlubang. Butuh waktu, dari mulai lubangnya kecil yang lama kelamaan mahkota luarnya rusak dan pecah. Selain itu, kebersihan gigi dan mulut juga mempengaruhi. Jika masih ada sisa makanan dan tidak dibersihkan secara menyeluruh bisa menyebabkan gigi berlubang.

Dari ketika masih anak-anak, periode gigi susu umur 6 bulan-6 tahun yang akan berganti dengan gigi tetap. Seringnya orang tua mengabaikan di umur 6-7 tahun sudah ada gigi permanen yang tumbuh, dikiranya gigi susu.
Geraham pertama, gigi tetap yang muncul, tetapi diabaikan dengan mengonsumsi gula dan tidak menjaga kebersihan, padahal itu gigi tetap bukan lagi gigi susu. Itulah kenapa gigi geraham yang banyak berlubang, karena tidak tahu itu gigi tetap, bukan gigi susu.

T : Belitung ini daerah timah, rata-rata kata nya air di Belitung ini mengandung timah, ketika menggosok gigi adakah pengaruhnya terhadap kesehatan gigi?
J : Air yang mengandung timah atau logam, itu sebenarnya sudah pernah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruhnya. Kalau dari penelitian, kalau secara langsung tidak mempengaruhi. Kerusakan gigi ini faktornya banyak.
Kalau air mengandung timah, derajat keasamannya akan lebih masam dibanding air bersih. Salah satu penyebab gigi rusak adalah asam, jadi walau tidak secara langsung tapi bisa mempengaruhi kerusakan gigi. Walau tidak minum atau menggosok gigi langsung bolong butuh periode lama. Menurut saya, tetap ada kemungkinan.
Kalau misalnya air payau, balik lagi ke konsep air bersih yang harus dipakai dalam kegiatan sehari-hari, seperti minum, berkumur, dan sikat gigi. Air bersih ini tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Kalau air payau berwarna coklat, tidak layak digunakan sehari-hari. Pengaruhnya tetap ada, karena air mengandung kotoran atau kuman yang tak terlihat mata.

Kalau saya melihat pola kesehatan gigi di daerah pesisir, kebanyakan kesehatan gigi terlihat kurang. Bukan karena kebersihan kurang, tapi pasti ada pengaruh dari kondisi air. Sering kami lihat ada gusi berdarah atau kami sebut nya jaringan penyangganya terjadi infeksi atau gigi bolong, yang sedikit banyaknya ada pengaruh dari air. Sekarang sudah banyak air bersih, air mineral dan air sumur. Maka harus pakai air bersih.

T : Berapa kali sebaiknya menyikat gigi?
J : Kalau menyikat gigi minimal 2 kali sehari dengan cara yang benar. Karena sikat gigi kadang bisa menimbulkan masalah jika terlalu semangat sehingga membuat email terkikis dan menimbulkan pendarahan gusi. Gigi juga bisa menjadi rusak.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved