BRGM Libatkan Masyarakat dalam Proses Percepatan Rehabilitasi Mangrove
BRGM melibatkan partisipasi masyarakat sebagai upaya sosialisasi, edukasi, dan revitalisasi mata pencaharian melalui kegiatan SLMM.
Penulis: Inang Jalaludin Shofihara | Editor: Mikhael Gewati
POSBELITUNG.CO – Partisipasi masyarakat sangat penting dalam percepatan rehabilitasi mangrove, terutama untuk meningkatkan pemahaman kelompok selama proses percepatan rehabilitasi.
Oleh karenanya, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) melibatkan partisipasi masyarakat melalui kegiatan Sekolah Lapang Mandiri Mangrove (SLMM).
Program ini dibentuk sebagai upaya sosialisasi, edukasi, dan revitalisasi mata pencaharian masyarakat yang dilaksanakan secara partisipatif oleh masyarakat.
Program SLMM juga menjadi stimulus integrasi kegiatan rehabilitasi mangrove dengan peraturan desa.
SLMM pun menjadi salah satu strategi BRGM dalam upaya rehabilitasi mangrove. Strategi ini didasari Peraturan Presiden (PP) Nomor 120 tahun 2020.
Dalam PP tersebut, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) memiliki tugas percepatan pelaksanaan restorasi gambut di tujuh provinsi dan rehabilitasi mangrove pada area kerja di sembilan provinsi.
Salah satu area kerja BRGM yang menjadi wilayah prioritas rehabilitasi mangrove adalah Bangka Belitung. Kegiatan SLMM pun digelar dengan melibatkan kelompok masyarakat.
Salah satu kelompok masyarakat yang berpartisipasi adalah Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Gempita di Desa Kurau Timur, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
Adapun luas kegiatan penanaman mangrove di Bangka Tengah, seluas 145 hektar (ha).
Pada 2021 Hkm Gempita melakukan pemberdayaan masyarakat dengan melakukan penanaman mangrove sebesar 99.000 batang dengan luas wilayah mencapai 30 ha.
Dengna begitu, total penanaman yang telah dilakukan Hkm Gempita sejak 2017 mencapai 300.000 batang.
Kegiatan itu diikuti 33 anggota dan melibatkan 50 masyarakat di desa Kurau Timur. Saat ini, Hkm Gempita berfokus pada penanaman dan produksi pembibitan mangrove dengan jenis sonneratia alba.
Selain berdampak positif pada kelestarian alam, pelatihan SLMM memberikan manfaat kepada masyarakat, termasuk dalam hal ekonomi.
Salah satu peserta SLMM bernama Asnawi mengatakan , kegiatan SLMM yang diselenggarakan di desa membuat masyarakat semakin termotivasi dalam melestarikan hutan mangrove.
Pada penanaman mangrove 2021, Hkm Gempita memberikan dampak kepada perekonomian anggota kelompok dan masyarakat yang terlibat sekitar Rp 4,5 juta per orang, dengan total 1.200 hari orang kerja (HOK).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/lokasi-pusat-restorasi-mangrove-prm-di-bangka-tengah.jpg)