Pemudik Bakal Membludak, Puncak Arus Mudik Lebaran Diperkirakan 30 April

Jumlah pemudik pada Lebaran 2022 diperkirakan 79 juta orang. Jokowi pun meminta penanganan mudik lebaran harus lebih hati-hati.

Editor: Fitriadi
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI penumpang kereta api jarak jauh Fajar Utama YK yang merupakan arus balik Lebaran tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (21/5/2021). 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Mudik lebaran tahun ini diperkirakan membludak.

Seperti diketahui, dua kali lebaran sebelumnya pemerintah memperketat mudik karena pandemi Covid-19.

Tahun ini, pemerintah membolehkan masyarakat pulang kampung merayakan Idulfitri bersama keluarga, dengan syarat vaksinasi.

Diperkirakan puncak mudik Lebaran terjadi pada 30 April dan 1 Mei 2022.

Sementara puncak arus balik Lebaran pada 7 hingga 8 Mei.

Prediksi ini disampaikan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kereta Api Indonesia (KAI), Salusra Wijaya dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI DPR, Selasa (29/3/2022), dikutip dari Kompas.com.

Salusra mengatakan, dalam masa mudik Lebaran tahun ini, diperkirakan terdapat 218.000 tempat duduk yang akan digunakan setiap harinya. PT KAI pun menyiapkan sebanyak 4,7 juta tempat duduk untuk pe mudik Lebaran 2022.

"Kita perkirakan ada 4,7 juta tempat duduk yang kita persiapkan dengan tadi yang sudah disebutkan average, rata-rata 216.000 per hari," jelas Salusra.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengungkapkan, pihaknya akan menambah 35 perjalanan KA untuk mudik Lebaran 2022.

PT KAI juga menyiapkan posko terpadu angkutan Lebaran. Guna memastikan angkutan Lebaran tahun 2022 berjalan lancar, aman, dan selamanya maka seluruh insan KAI membuat posko angkutan Lebaran tahun 2022, terang Didiek.

Terkait ketentuan mudik Lebaran, KAI tetap menggunakan aturan SE Satgas Covid-19 Nomor 11 Tahun 2022 dan SE Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 25 Tahun 2022.

Aturan itu memberikan syarat bahwa pe mudik atau pengguna transportasi tidak perlu menggunakan tes Covid-19, jika sudah divaksinasi dua dosis atau vaksin booster.

Namun, bagi masyarakat yang masih vaksin dosis satu, tetap harus menyertakan hasil negatif tes Covid-19 agar dapat mudik menggunakan kereta.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi buka suara terkait syarat untuk mudik Lebaran tahun ini yang dinilai masyarakat lebih berat ketimbang kegiatan lainnya seperti ajang MotoGP beberapa waktu lalu.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved