Perang Rusia dan Ukraina
Perang Rusia dan Ukraina, Amerika Serikat Untung Banyak, Senjatanya Laris Manis Dibeli Negara Lain
Amerika Serikat terus memanasi perang Rusia dan Ukraina, ternyata mereka mendapat untung banyak
POSBELITUNG.CO, WASHINGTON – Pantas saja Amerika Serikat terus memanaskan perang antara Rusia dan Ukraina.
Bahkan Amerika Serikat terus menggalang dukungan dan mengirim bantuan persenjataan kepada Ukraina untuk melawan Rusia.
Rupanya, Amerika Serikat punya kepentingan tersendiri atas perang antara Rusia dan Ukraina tersebut.
Ternyata Amerika Serikat untung banyak atas terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina.
Baca juga: Zelensky Mantan Komedian Dijadikan Antek Barat Buat Perang Lawan Rusia, Kini Ukraina pun Berantakan
Industri alutsista Amerika Serikat laris manis dibeli oleh sejumlah negara yang ingin memperkuat persenjataannya.
Salah sataunya adala Lockheed Martin pabrikan senjata terbesar di AS pada Selasa (19/4/2022).
Mereka menyatakan perusahaannya mengalami kenaikan pemesanan sebanyak 2 persen, hingga dapat menyumbang pemasukan anggaran pertahanan nasional sebesar 813 miliar dolar AS.
Bahkan angka pemesanan alutsista buatan Lockheed Martin tersebut, naik drastis jika dibandingkan dengan pemesanan di kuartal pertama tahun 2021 lalu.
Chief Executive Lockheed, Jim Taiclet menyebut pemesanan yang diperoleh perusahaanya kali ini merupakan pemasukan terbesar selama beberapa bulan terakhir.
Lonjakan permintaan akan kebutuhan alustista seperti rudal tak hanya datang dari Ukraina saja namun juga dari berbagai negara di penjuru dunia.
Banyaknya negara yang ingin memperkuat dan mengamankan wilayah pertahanannya, membuat produksi rudal THAAD dan PAC-3 yang masing-masing merujuk pada sistem pertahanan Terminal High Altitude Area Defense dan rudal pencegat Patriot meningkat drastis.
Baca juga: Hidup atau Mati, Ultimatum Rusia ke Pasukan Ukraina dan Pejuang Asing yang Sembunyi di Mariupol
"Kami mendapat sinyal permintaan untuk THAAD dan PAC-3 dari seluruh dunia," kata Chief Taiclet.
Meski perusahaan mengakui tengah mengalami peningkatan pemesanan, namun laporan terbaru Lockheed Martin menunjukkan pendapatan kuartalannya turun seiring amblesnya laba kuartalan, dimana pendapatan Lockheed Martin turun sebesar 5,7 persen.
Mengutip dari Reuters, penurunan laba terjadi karena didorong oleh buruknya kondisi rantai pasokan imbas adanya penguncian pandemi Covid-19 di China dan juga hadirnya tekanan inflasi global.
Hingga sempat membuat lumpuh kemampuan perusahaan Lockheed Martin untuk mendapatkan pasokan suku cadang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/guam_20170809_230024.jpg)