Perang Rusia dan Ukraina

Amerika Pusing Hadapi Inflasi, Antony Blinken Minta Bantuan China, G20 Mau Desak Rusia Kirim Pangan 

Jatuhkan sanksi ke Rusia kini Amerika Serikat alami inflasi parah, berharap minta bantuan China dan G20 desak Rusia beri bantuan

Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
AFP
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken 

POSBELITUNG.CO, WASHINGTON – Imbas perang Rusia dan Ukraina sangat mempengaruhi perekonomian di dunia.

Apalagi setelah negara-negara di Eropa dibawah komando Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Rusia.

Sementara Rusia, dibawah perintah Presiden Vladimir Putin memberlakukan kebijakan ketat ekspor negaranya ke luar negeri.

Ia memberlakukan transaksi pembelian minyaknya wajib mengunakan mata uang Rubel.

Sementara negara eropa sangat bergantung dengan minyak Rusia dan juga komoditi pangan.

Baca juga: Amerika CS Kebingungan, Rusia Makin Kaya Raya, Tak Mempan Meskipun Dijatuhkan Sanksi

Kebijakan perlawanan Vladimir Putin ini rupanya berimbas besar pada perekonomian Amerika Serikat.

Inflasi yang terjadi di Amerika Serikat melonjak hingga membuat negara adi daya itu kelimpungan.

Memanfaatkan pertemuan G20 di Bali minggu ini, Menlu AS, Antony Blinken berencana meminta bantuan Menlu China, Wang Yi.

Sebagaimana dilansir oleh Aljazeera, Rabu (6/7/2022), Blinken dan Wang dijadwalkan bertemu pada Sabtu mendatang.

Untuk menekan inflasi di negaranya, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden berencana untuk menaikkan tarif masuk barang impor dari China ke AS.

“Sekretaris Blinken pertama-tama akan melakukan perjalanan ke Bali, Indonesia, untuk menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri G20, di mana dia akan memperkuat komitmen kami untuk bekerja dengan mitra internasional untuk menghadapi tantangan global, termasuk kerawanan pangan dan energi dan ancaman berlanjutnya perang Rusia melawan Ukraina. ke tatanan internasional,” kata Departemen Luar Negeri AS.

Baca juga: Sumpah Vladimir Putin, Harga Mati Siap Lawan Amerika, Jangan Harap Bikin Negara Lain Sebagai Koloni

Pengumuman itu muncul ketika para menteri luar negeri dari 20 ekonomi terbesar ( G20) akan bertemu di pulau Bali Indonesia pada hari Jumat sebelum pertemuan puncak para pemimpin G20 pada bulan November, juga di Indonesia.

Meskipun terdapat persaingan strategis yang berkembang antara Washington dan Beijing, Biden telah mempertimbangkan untuk menghapus tarif pada berbagai barang China untuk mengekang lonjakan inflasi AS sebelum pemilihan paruh waktu November untuk mengendalikan Kongres.

Gedung Putih mengatakan, tidak ada batas waktu untuk keputusan itu, tetapi Biden dan Presiden China Xi Jinping juga diperkirakan akan berbicara dalam beberapa minggu mendatang.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved