Berita Belitung
Harga Gas Elpiji Naik Lagi, Begini Kisarannya
Harga gas elpiji (LPG) non subsidi naik lagi. Terhitung Bulan Desember 2021 kemarin, sudah tiga kali terjadi kenaikan.
Penulis: Disa Aryandi |
Melihat tren ini, Irto mengatakan bahwa Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga untuk produk bahan bakar khusus (BBK) atau BBM non subsidi, diantaranya Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite serta LPG non subsidi seperti Bright Gas. Untuk saat ini, hanya Pertamax yang merupakan BBM non subsidi namun harganya tidak berubah.
"Penyesuaian ini memang terus diberlakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU). Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia. Saat ini penyesuaian kami lakukan kembali untuk produk ertamax Turbo dan dex series yang porsinya sekitar 5Y6 dari total konsumsi BBM nasional, serta produk LPG non subsidi yang porsinya sekitar 6Y9 dari total konsumsi LPG nasional,” tekan Irto.
Harga baru seluruh produk ini berlaku mulai tanggal 10 Juli 2022. Untuk Pertamax Turbo (RON 98), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 16.200 sebelumnya Rp 14.500, pertamina dex (CN 53) menjadi Rp16.500 sebelumnya Rp13.700, dan dexlite (CN 51) menjadi Rp15.000 per liter, sebelumnya Rp12.950 untuk wilayah DKI Jakarta atau daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 556. Untuk LPG non subsidi seperti Bright Gas akan disesuaikan sekitar Rp 2.000 per Kg.
“Seluruh Penyesuaian harga di angka sekitar Rp2.000, baik per liter untuk BBM dan per Kg untuk LPG, harga ini masih sangat kompetitif dibandingkan produk dengan kualitas setara. Untuk yang subsidi, Pemerintah masih turut andil besar dengan tidak menyesuaikan harganya," katanya. (Posbelitung.co/Rilis/Disa Aryandi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20220711-Gas-LPG.jpg)