TKI

Modal Nekad dan Rela Tinggalkan Anak, TKI Curhat Alasannya Bekerja ke Taiwan

TKI Taiwan curhat, alasan ia bekerja ke Taiwan : hanya bermodal nekat dan rela meninggalkan buah hatinya

Editor: Fitriadi
YouTube Titi tilah channel
Titi Tilah curhat alasannya menjadi TKI di Taiwan, demi anak 

"Mas bos saya aja yang ibaratnya tidak sesempurna seperti saya, mereka tu sangat semangat dalam bekerja. Mengapa saya orang yang ibaratnya kaki tangan normal tidak mau berusaha," jelas Tilah.

"Ya dari situlah saya perlahan-lahan belajar untuk tetap tegar, kuat, meskipun segala rintangan itu pasti ada," sambungnya menambahkan.

Bukan tak mendapatkan hambatan, awal bekerja Tilah sama sekali tidak mengerti bahasa Taiwan untuk berkomunikasi.

Namun beruntung, ia mendapatkan seorang majikan yang tidak menututnya untuk paham bahasa Taiwan dengan cepat.

Sehingga hal tersebut sedikit meringankan beban Tilah saat bekerja.

"Awal datang bahasa nggak bisa, pekerjaan pun saya juga tidak bisa. Akan tetapi dengan kesabaran, nekat, ada niat untuk belajar, alhamulillah mas bos sangat membantu semuanya," kata Tilah.

"Alhamdulillah saya mendapatkan bos yang baik, mengerti, dan mau memahami kekurangan saya," tambahnya.

Baca juga: Sakit Tetap Bekerja, TKI Taiwan Ini Ingin Pensiun, Begini Reaksi Majikannya

Buah dari kesabaran dan kerja kerasnya, TKI perempuan ini telah berhasil mengantarkan putra sulungnya lulus dari bangku kuliah.

Sementara anak keduanya kini tengah duduk di bangku kelas 2 SMP.

"Dan sekarang yang gede alhamdulillah udah lulus kuliah dan yang kecil sekarang kelas 2 SMP, mau menginjak kelas 3 SMP," ujar Tilah.

Meski harus terpisah jiwa dan raga, namun Tilah amat merasa bersyukur, ia telah mampu membangunkan sebuah tempat tinggal untuk kedua anaknya tersebut.

"Mereka sekarang menempati rumah yang saya bikinkan. Emang cita-cita saya ke luar negeri tu ingin membahagiakan kedua anak saya," kata Tilah.

"Setidaknya mereka mempunyai pendidikan yang layak, mempunyai kehidupan yang layak, mempunyai tempat tinggal yang layak seperti anak-anak yang lain," jelas Tilah.

Baca juga: TKI Bongkar Gaji Bersih Rp 58 Juta di Korsel, Bekerja Cuma 4 Hari, Selebihnya Dihitung Lembur

Bermula dari tekad dan rasa berat meninggalkan keluarga, kini Tilah dan kedua anaknya nampak ikhlas dengan takdir yang telah ditetapkan untuk mereka.

Bahkan kini mereka sangat bersyukur dengan kerja keras dan kesabaran selama sepuluh tahun yang telah mereka jalani.

"yang terpenting anak saya sudah senang dengan kehidupannya, saya senang juga dengan pekerjaan saya, anak saya juga sudah menikmati hasil jerih payah saya," terang Tilah.

"Mereka juga memahami, memaklumi, karena saya harus bekerja buat mereka," tutup Tilah.

Update berita Posbelitung.co di Google News

(Posbelitung.co/Fitri Wahyuni)

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved