Berita Pangkalpinang

Sekda Pangkalpinang Sebut Peran Ibu Penting Cegah Terjadinya Open BO di Kalangan Pelajar

Pemerintah tidak bisa sendiri untuk menanggulangi dan mencegah kasus open booking order alias ‘Open BO’.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam didampingi Ketua DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Bangka Belitung, Zubaidah saat menjadi narasumber dialog demokrasi warga dengan tema ‘The Power Of Emak-emak’ di Taman Dealova, Sabtu (24/9/2022) dini hari. 

POSBELITUNG.CO -- Pemerintah tidak bisa sendiri untuk menanggulangi dan mencegah kasus open booking order alias ‘ Open BO’ atau pemesanan dan penawaran terbuka prostitusi online kembali dilakukan oleh kalangan pelajar tetapi juga perlu adanya kepedulian dari masyarakat.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam.

Menurutnya peran keluarga, dalam hal ini peran seorang ibu sangat penting.

Di mana ibu akan menjadi contoh dan guru bagi anak-a.naknya saat berada di rumah, sehingga perlunya peran seorang ibu untuk peduli kepada anaknya.

“Karena ini tidak cukup dengan pemerintah. Pendidikan yang utama dan pertama itu ada di ibu mereka. Jadi seorang ibu harus peduli dengan anaknya,” jelas Radmida kepada Bangkapos.com, Minggu (25/9/2022).

Baca juga: Wali Kota Pangkalpinang Soroti Dugaan Pelajar Open BO, Begini Pesannya buat Para Orang Tua

Baca juga: Wali Kota Pangkalpinang Puji Kedisiplinan Anggota Pramuka, Bentuk Sumber Daya Manusia Berkarakter

Menurut Radmida, beberapa waktu lalu pemerintah kota sendiri telah memanggil dan mengumpulkan para kepala sekolah baik negeri maupun swasta yang ada di Pangkalpinang.

Untuk mengatasi permasalahan ini, setiap sekolah diwajibkan menjalin menjalin Memorandum of Understanding atau nota kesepahaman dengan pemerintah kota melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.

Nantinya ada beberapa langkah yang diambil untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya fenomena prostitusi online di kalangan pelajar.

Kemudian mengefektifkan penegakan aturan jam belajar malam. Dimana nantinya para pelajar yang terjaring razia akan dikenakan sanksi, dimana hal ini menjadi perhatian pemerintah kota.

Dengan demikian, pelajar akan punya banyak waktu bersama keluarga, lebih terkontrol aktivitasnya, dan dapat mengisi waktu dengan belajar di rumah.

Begitu juga angka kriminalitas yang dilakukan atau menimpa anak-anak yang sedang menjalani aktivitas malam hari bisa diminimalisasi.

“Pemerintah Kota Pangkalpinang sudah mengumpulkan seluruh kepala sekolah semuanya, ini untuk menyampaikan hal ini untuk edukasi dan pencegahan,” jelasnya.

Oleh karena itu Radmida memastikan, tindakan prostitusi online yang menyasar kalangan para pelajar ini merupakan perilaku yang kurang pantas. Terlebih mereka saling menjual sesama teman dalam satu grup.

Sudah selayaknya, peran seorang ibu harus ditingkatkan. Dia yakin kekuatan seorang ibu sangat penting untuk mendukung dan mendorong perilaku anak supaya lebih baik.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved