Kerusuhan Stadion Kanjuruhan

Mengenal Kandungan Gas Air Mata, Cara Meredamnya Jika Terkena Mata, hingga Waspada Efek Mematikan

Gejala setelah terkena gas air mata antara lain sensasi panas terbakar di mata, produksi air mata berlebihan, penglihatan kabur, kesulitan bernapas

SURYA/PURWANTO
Suporter Arema FC, Aremania turun ke stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Selain Polres Malang yang meminta jadwal tanding dimajukan, PT LIB juga mengirim surat balasan kepada Panpel Arema FC 

Secara umum, gas air mata tidak mematikan namun ada yang beracun. Biasanya, efek akan timbul sekitar 30 detik setelah terkena gas.

Gejala setelah terkena gas air mata antara lain sensasi panas terbakar di mata, produksi air mata berlebihan, penglihatan kabur, kesulitan bernapas, dan nyeri dada.

Selain itu, juga akan mengalami air liur berlebihan, iritasi kulit, bersin, batuk, hidung berair, terasa seperti tercekik, kebingungan dan disorientasi yang memicu kepanikan, kemarahan intens.

Bahkan, bila sudah terkontaminasi gas air mata secara berat juga dapat menimbulkan muntah serta diare.

Alasan polisi

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta menjelaskan pihak kepolisian menembakkan gas air mata.

Semua bermula saat petugas memberikan himbauan kepada suporter agar tidak turun lapangan.

Ternyata hal tersebut tidak diindahkan oleh sejumlah suporter hingga nekat turun ke lapangan setelah laga Arema FC vs Persebaya selesai digelar pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Suporter disebutkan berusaha mengejar pemain Arema FC yang hendak menuju ruang ganti.

Polisi kemudian menghadang dengan memberikan tindakan fisik.

"Beberapa imbauan itu tidak dituruti kemudian dilakukan pemukulan terhadap petugas kepolisian," ucap Nico.

Nico melanjutkan penjelasannya, petugas lantas menembakkan gas air mata karena situasi semakin memanas.

Suporter sudah menyerang polisi dan merusak kendaraan aparat.

"Upaya-upaya pencegahan dilakukan hingga akhirnya dilakukan pelepasan gas air mata," tambah Nico.

Nico menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman apa pemicu ketidak puasan suporter hingga turun ke lapangan.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved