Berita Belitung Timur

Kopi Gading dan Baguk Belitung Timur Belum Terkenal Seperti Muntok White Pepper

Belitung Timur memiliki dua varietas kopi yang sudah memiliki sertifikat sumberdaya genetik dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT).

Penulis: Sepri Sumartono | Editor: M Ismunadi
Posbelitung.co/Sepri Sumartono
Hasbullah, Pegiat Sejarah dan Tanaman Kopi sekaligus Kepala UPT Balai Perbenihan Dinas Pertanian Belitung Timur. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Belitung Timur memiliki dua varietas kopi yang sudah memiliki sertifikat sumberdaya genetik dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT) Kementerian Pertanian RI.

Meski begitu, dua varietas kopi tersebut, yaitu Baguk dan Gading, belum bisa terkenal seperti Muntok White Pepper yang sudah memenuhi 40 persen kebutuhan lada dunia.

Demikian disampaikan Pegiat Sejarah dan Tanaman Kopi, Hasbullah kepada Posbelitung.co pada Minggu (15/1/2023).

Hasbullah menyebut lada MWP yang sudah diekspor ke berbagai penjuru dunia itu sudah didaftarkan indikasi geografisnya pada tahun 2019 lalu, sehingga lada yang mempunyai label MWP dapat dipastikan berasal dari tanah perkebunan petani di Kepulauan Bangka Belitung.

Biji kopi hasil perkebunan kopi di Desa Lilangan Kecamatan Gantung, Belitung Timur, Senin (28/10/2019)
Biji kopi hasil perkebunan kopi di Desa Lilangan Kecamatan Gantung, Belitung Timur, Senin (28/10/2019) (Pos Belitung/dokumentasi)

Baca juga: Atlet dan Pelatih Program Simpor Bakal Dapat Rp150 Juta, Dispora Belitung Diberikan Akhir Februari

Pria yang juga menjabat Kepala UPT Balai Perbenihan Dinas Pertanian Beltim itu mengatakan ada satu cara agar Baguk dan Gading bisa terkenal.

Dua jenis kopi khas Belitung Timur itu harus tercantum ke salah satu kopi spesiality yang saat ini hanya ada 16 macam.

"Berharapnya nanti yang ke-17 masuk Kopi Belitung. Salah satu dulu," kata Hasbullah kepada Posbelitung.co, Minggu (15/1/2023).

Selaku Kepala UPT Balai Perbenihan Dinas Pertanian Beltim, Hasbullah mengungkapkan, pemerintah daerah saat ini sedang mengurus indikasi geografis (IG) untuk komoditi madu, sedangkan kopi baru akan direncanakan tahun depan.

Pendaftaran indikasi geografis dilakukan agar mendapatkan pengakuan dari Kementerian Hukum dan HAM, dan Sumberdaya Genetik dilakukan agar mendapatkan pengakuan dari Kementerian Pertanian.

Kemudian, untuk menentukan spesiality kopi Belitung dari sisi rasanya harus dikeluarkan oleh lembaga independen seperti Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) yang ada di Jember.

Suasana di salah satu warung kopi di Manggar, Jumat (30/7/2021).
Suasana di salah satu warung kopi di Manggar, Jumat (30/7/2021). (Posbelitung.co/dokumentasi)

 

Baca juga: Nelayan Hilang Saat Menjaring Ikan di Muara Sungai, Warga Sejak Pagi Mencari Korban

Sejauh ini, untuk sampel sudah dikirimkan dari Belitung Timur agar dapat diuji oleh lembaga independen, namun sudah terhitung satu tahun sejak pengiriman belum juga mendapatkan feedback.

"Syarat untuk mendapatkan IG kopi Belitung adalah penulisan buku, itu wajib, buku MPIG, masyarakat peduli indikasi geografis Kopi Baguk, karena kita berangkat dari yang sudah ditetapkan oleh kementerian itu kan kopi Baguk namanya," kata Hasbullah.

Menurut Hasbulah, saat ini sebaran kopi Baguk masih terbatas karena tanamannya cuma ada beberapa pohon saja, lalu yang terindikasi paling tua dan dapat ditelusuri siapa yang menanam itu ada di daerah Damar.

"Itu diameter batangnya kurang lebih 25-26 centimeter, usianya 80 tahun lebih," ujarnya.

Hasbullah menyampaikan, penyebab hilangnya sejarah kopi di Belitung karena tidak ada yang menulis dan mendokumentasikan.

Penanaman kopi di Belitung tidak dapat dilakukan seperti di luar daerah, karena masalah iklim serta lahan tanam yang terbatas dan harus bersaing dengan karet, lada dan sawit.

Artinya, produksi kopi di Belitung Timur tidak bisa setinggi di daerah lain ditambah lagi dengan permasalahan tanaman kopi yang kebanyakan tidak seragam.

"PR kami di Distangan, menambah populasi kopi Baguk, karena kita masih mengandalkan kopi dari luar, bagaimana ke depan kita bisa punya pohon induk dari yang sudah kita daftarkan tadi," tutur Hasbullah. (Posbelitung.co/Sepri)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved