Breaking News

Berita Bangka Belitung

Pemilik Toko Kaget Harga Oli Mobil di Pangkalpinang Melonjak

Harga oli mobil naik signifikan di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kenaikan paling mencolok pada o premium kemasan 4 liter.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Erlangga | Editor: Fitriadi
Notebook LM/Sigit
Grafis lonjakan harga oli premium. Harga oli mobil naik signifikan di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kenaikan paling mencolok pada o premium kemasan 4 liter. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Harga oli kendaraan roda empat naik signifikan di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kenaikan harga oli mobil yang terjadi sejak awal April 2026 kini mulai berdampak pada perilaku konsumen.

Lonjakan harga terjadi di semua tingkatan penjualan mulai dari SPBU, pedagang suku cadang hingga bengkel kendaraan.

Martin, pemilik toko oli dan ban mobil di Jalan Asam, Kecamatan Rangkui, mengatakan kenaikan paling mencolok terjadi pada oli premium kemasan 4 liter.

“Untuk oli premium per galon ukuran 4 liter, kenaikannya sekitar Rp70 ribu sampai Rp80 ribu. Kalau oli standar, kenaikannya sekitar Rp30 ribu sampai Rp40 ribu,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Menurut Martin, lonjakan harga tersebut terjadi secara tiba-tiba tanpa melalui kenaikan bertahap seperti biasanya.

Ia menyebut, sejak awal April, harga dari pemasok langsung melonjak cukup tinggi.

“Bukan naik sedikit demi sedikit, tapi langsung tinggi. Itu yang membuat pelanggan juga kaget,” katanya.

Di tokonya, harga oli kini bervariasi, mulai dari Rp200 ribu untuk produk standar hingga Rp700 ribu untuk oli premium dengan merek tertentu.

Kenaikan harga tersebut sempat memicu keluhan pelanggan, terutama pada awalawal penyesuaian.

“Di awal banyak yang komplain karena belum tahu. Mereka kaget karena selisih harganya cukup besar,” ujarnya.

Meski demikian, Martin mengaku tetap berupaya menjaga harga jual agar tetap kompetitif.

Ia tidak bisa menaikkan harga terlalu tinggi karena khawatir kehilangan pelanggan, namun di sisi lain margin keuntungan juga tertekan akibat kenaikan modal.

“Kami tidak bisa lagi ambil untung seperti sebelumnya. Tapi kalau terlalu mahal, pelanggan bisa pindah ke tempat lain,” katanya.

Ia menyebut, hingga saat ini jumlah pembeli relatif stabil, dengan ratarata penjualan mencapai 10 hingga belasan galon oli per hari. 

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved