Warga di Mimika Blokade Jalan Gegara Dapat Kabar Ada Warga Tewas Dianiaya, ini Kata Polisi
Mulanya, istri dari korban meninggal yang bernama Abdul Rahman Tuturop melapor ke Polsek. Istri korban melaporkan atas dugaan pengambilan uang yang...
Pihak kepolisian pun langsung mengistruksikan Yahya untuk mengangkat korban.
Baca juga: Kerusuhan di Wamena, 9 Orang Tewas dan 17 Luka-luka, Kondisi Kini Mulai Kondusif
Baca juga: Daftar Harga dan Spesifikasi HP OPPO Reno 6 di Februari 2023, Termasuk HP OPPO Termurah Lainnya
Baca juga: BIODATA dan Profil Clara Shinta, Selebgram TikTok yang Viral Mobilnya Diambil Paksa Debt Collector
Abdul pun ditemukan dalam kondisi patah kaki.
"Kami suruh Yahya angkat korban di got dalam kondisi lemas. Untuk kronologis kenapa korban di got dengan kondisi kaki patah belum diketahui penyebabnya,” kata Matheus sambil mengatakan tidak benar ada anggota Polisi yang melakukan pemukulan.
Pihaknya juga saat ini sedang menggali informasi terkait tewasnya Abdul.
Matheus juga menceritakan, bahwa ada personel polisi yang diserang oleh warga.
Penyerangan tersebut, diduga karena warga mengira korban tewas dianiaya pihak kepolisian.
"Penyerangan itu membuat dua anggota Polsek terluka. Satu luka di bagian mulut dan satu kena batu dibagian pelipis. Kaca kantor juga pecah," jelasnya.
Pihaknya dan Danramil Mapurajaya pun mendatangi rumah korban untuk menjelaskan kejadian tewasnya Abdul.
"Keluarga menolak dan meminta saudara Yahya menjelaskan langsung di pihak keluarga korban baru mereka percaya," tuturnya.
Saat ini, Yahya dan keluarga korban telah dibawa ke Polres Mimika untuk dilakukan mediasi.
Baca juga: Contoh Soal PTS, UTS Kelas 6 Tema 7 Bahasa Indonesia Semester 2: Pilihan Ganda dan Esai
(*/)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230225-Warga-Mapurujaya-Kabupaten-Mimika-Provinsi-Papua-Selatan-okers.jpg)