Berita Belitung
Dua Anak Muda Belitung Pamer Kain Cual dan T-Shirt Kaiya Studio di Singapura
Dalam event yang berlangsung 7-9 April 2023 itu, dua anak muda Belitung ini akan membawa produk-produk kreatif yang kental akan budaya Bangka Belitung
Motif tenun kain cual antara lain susunan motif corak penuh, dan motif ruang kosong Jande Bekecak.
Namun sayang, kini sedikit sekali penenun kain yang dahulu dikenal dengan Limar Muntok itu yang tersisa di Bangka Belitung.
Apalagi kata, Kepala UPTD Balai Latihan Perkoperasian (Balatkop) Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Martinawati minim sekali penenun dari generasi muda atau generasi milenial.
Sebab menurutnya, proses penenunan kain cual yang cukup rumit membuat banyak anak muda kini tak tertarik untuk ikutan pelatihan menenun kain cual.
"Menenun kain cual ini membutuhkan tingkat kesenian yang sangat tinggi, satu kain cual itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan alat tenunnya juga masih menggunakan gedogan tradisional, jadi untuk mengoperasikannya juga butuh kesabaran tingkat tinggi," sebut Martinawati kepada Bangkapos.com, Senin (20/2/2023).
Menurutnya, tidak sembarang orang bisa menggerakkan benang-benang yang ada dalam alat tenun tersebut. Sehingga banyak anak muda yang tidak tertarik untuk belajar menenun kain cual.
"Makanya kami kemarin mengajak para guru-guru ditingkat SMA untuk ikutan belajar menenun ini, kami berikan pelatihan juga agar ini dapat dijadikan muatan lokal di sekolah," jelasnya.
Baca juga: BIODATA Shinta Pengrajin Cual Bangka Belitung, Melakoni Tenun Mewarisi Bakat Sang Ibu
Dengan demikian kata Martinawati, sejak dini anak-anak di sekolah mulai diperkenalkan dengan proses tenun sehingga bisa menyukai dan terbiasa.
"Karena dengan masuk muatan lokal di sekolah, proses tenun ini bisa terus kita lestarikan melalui anak-anak muda ini, kalau tidak seperti ini nanti bakal musnah. Kalau kita melakukan pelatihan tenun dari 30 peserta biasanya yang jadi itu hanya satu orang saja," tuturnya.
Dia berharap, ke depan tenun kain cual ini semakin diminati oleh semua kalangan hingga anak muda.
"Tenun kain cual ini merupakan kain khas daerah kita, sudah sewajarnya memang kita harus melestarikannya, bukan tugas orangtua tapi anak-anak muda saat ini justru harus lebih lagi peduli," tambahnya. (del/t2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Hatta-Kabong-saat-berada-di-Singapura-beberapa-waktu-lalu.jpg)