Tewas Tertabrak Kereta

Tetangga Ungkap Pria Lampung Tewas Tertabrak Kereta Diduga Punya Masalah Pribadi

Mulud membenarkan ada warganya tewas tertabrak kereta babaranjang pada subuh. 

Editor: Kamri
Dok. Satlantas Polresta Bandar Lampung
Anggota Satlantas Polresta Bandar Lampung melakukan olah TKP di lokasi pria Lampung yang tewas tertabrak kereta, Sabtu (13/5/2023) pagi. Ketua RT 11, Lingkungan 1, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang,  Kota Bandar Lampung Mulud membenarkan ada warganya tewas tertabrak kereta babaranjang pada subuh.  

POSBELITUNG.CO – Yani (30), pria asal RT 11, Lingkungan 1, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang,  Kota Bandar Lampung yang tewas tertabrak kereta diketahui memiliki masalah sebelum ditemukan tewas tertabrak kereta babaranjang pada Sabtu (13/5/2023) pagi.

Hal itu sebelumnya diketahui koran sempat berbincang dengan tetangga lainnya pada malam sebelum peristiwa tragi situ.

Korban diduga meninggal dunia karena punya masalah pribadi dengan pacarnya. 

Hal itu diungkapkan Eyah (41) tetangga korban.

"Saya dengarnya Yani itu diduga sempat ribut dengan pacarnya sebelum meninggal dunia," kata Eyah tetangga korban saat diwawancarai Tribun Lampung, Sabtu (13/5/2023). 

"Yani ini ribut sama ceweknya, dia juga cerita dengan temannya yang lain warga sini kalau dia diputusin pacarnya," kata Eyah. 

"Yani semalam  duduk di pinggir rel di bawah rumah hingga pukul 04.00WIB," kata Eyah. 

Korban sempat diajak pulang ke rumah oleh teman ngobrolnya sebelum meninggal dunia.

"Tetapi tetap saja Yani ini diam dan akhirnya diketahui pukul 04.30 WIB sudah meninggal dunia ditabrak kereta babaranjang," kata Eyah. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Pria Lampung Tewas Tertabrak Kereta, Polisi Temukan Pecahan Botol Minuman Keras

Ketua RT 11, Lingkungan 1, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang,  Kota Bandar Lampung Mulud membenarkan ada warganya tewas tertabrak kereta babaranjang pada subuh. 

"Kaget saya dengan kejadian tersebut karena setiap harinya saya tadarusan di masjid. Tadi pagi itu memang ada warga saya lainnya memberitahukan Yani ini sebelum kejadian seliweran seperti orang mabuk dan kebingungan," kata Mulud. 

Warga lainnya juga mengajak korban agar jangan tidur di atas rel kereta api, hingga akhirnya digotong ke rumahnya. 

"Tapi pada saat keluarga dan warga lainnya salat subuh, korban ini turun lagi ke bawah ke rel kereta api," kata Mulud. 

"Korban ini turun ke bawah atau lokasi kejadian tanpa sepengetahuan warga lainnya," kata Mulud.

"Kalau kesehariannya korban ini tidak ada masalah dengan tetangganya," kata Mulud. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved