Berita Pangkalpinang
Kekeringan di Kota Pangkalpinang Meluas Jadi 20 Kelurahan
Memasuki puncak kemarau, September-November, kekeringan di Kota Pangkalpinang meluas.
Penulis: Suhendri CC | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Memasuki puncak kemarau, September-November 2023, kekeringan di Kota Pangkalpinang meluas.
Dengan demikian, perlu kewaspadaan terhadap sejumlah bencana terkait kekeringan tersebut, terutama kekeringan sumber-sumber air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang mencatat, per pertengahan September 2023 sebanyak 17 kelurahan mengalami kekeringan, kemudian meningkat menjadi 20 kelurahan per 21 September.
"Sudah 20 kelurahan terdata kekeringan. Setiap hari itu kami bisa menyalurkan air hingga lima kali, baik itu ke rumah-rumah atau ke tempat umum, seperti sekolah, tempat ibadah, dan banyak lagi. Kalau kami catat hingga kini sudah 303 objek distribusi air yang kami berikan," kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Kedaruratan BPBD Kota Pangkalpinang, Renal Winanta, Kamis (21/9/2023).
Renal menambahkan, secara keseluruhan sudah 187.000 liter air bersih yang disalurkan kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Air bersih yang disalurkan didapatkan dari sumber-sumber air milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Pinang Kota Pangkalpinang.
"Kami bekerja sama dengan pihak PDAM Tirta Pinang dalam penyaluran air bersih tersebut. Karena keterbatasan armada mobil tangki, jadi kami hanya memaksimalkan yang ada saja, sementara permintaan terus bertambah setiap harinya. Kami juga dibantu oleh tim dari PMI," tutur Renal.
Menurut dia, kini pihaknya menyiapkan 30 personel untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
"Kalau sampai sekarang kami masih tetap tangguh melayani masyarakat agar bisa mendapatkan air bersih secara gratis," ucap Renal.
(Posbelitung.co/t2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20200921_Penyaluran-air-bersih-di-Kelurahan-Gabek-Satu.jpg)