Berita Bangka Selatan

Program Aik Bakung Gelar Pasar Murah di Desa Jeriji, Ribuan Paket Sembako Ludes Diborong Warga

Ribuan masyarakat tumpah ruah di Alun-alun Desa Jeriji, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan

Penulis: Cepi Marlianto |
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Sejumlah masyarakat Desa Jeriji, Kecamatan Toboali saat berburu sejumlah bahan pokok pasar murah dalam program Aik Bakung di Alun-alun Desa Jeriji, Kamis (9/11/2023). Program tersebut diharapkan mampu menjaga inflasi di Kabupaten Pemalang Selatan. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA – Ribuan masyarakat tumpah ruah di Alun-alun Desa Jeriji, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (19/11/2023).

Mereka datang untuk membeli paket sembako dalam operasi pasar yang digelar oleh pemerintah setempat, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

Pantauan awak media di lokasi pembagian sembako, tampak masyarakat berbagai kalangan, baik tua, muda, dan anak-anak, mulai memadati kawasan itu sejak pagi.

Meskipun acara belum digelar, para warga tersebut sudah memadati lokasi yang menyiapkan kebutuhan pokok dengan harga cukup murah.

Tidak butuh waktu lama, sekitar satu jam berlalu, ribuan paket sembako yang disediakan dalam pasar murah itu ludes diborong warga.

Barang yang menjadi primadona dalam pasar murah tersebut, di antaranya adalah beras kualitas premium. Selain beras yang menjadi primadona adalah minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, cabai rawit hingga bawang merah.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi mengatakan, pasar murah yang digelar dalam program Aik Bakung atau Ajak Bupati Kite Sambang Kampung.

Pasar murah ini dilakukan guna menekan angka inflasi di daerah. Tingginya antusias menunjukkan daya beli masyarakat terkendali dengan baik, sehingga bisa menjaga stabilitas inflasi.

“Saya melihat antusias terutama emak-emak yang ada di desa Jeriji ini luar biasa. Apalagi ada pasar murah, dengan menjual sembako ada beras cabai langsung ludes,” kata dia kepada Bangkapos.com.

Debby bilang, kegiatan pasar murah ini rutin dilakukan setiap kegiatan Aik Bakung. Langkah ini diambil dalam rangka membantu daya beli masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui kegiatan itu diharapkan mampu menekan harga bahan pangan di pasaran agar tak melonjak.

Dampaknya inflasi daerah dapat terkendali dan stabilitas ekonomi masyarakat dapat terjaga. Melalui pasar murah  merupakan simbol komitmen bersama. Terutama untuk menyukseskan upaya bersama dalam pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Karena memang harga bahan pokok lebih murah, di bawah harga pasar. Ini sangat membantu, otomatis ibu-ibu beli lebih banyak dan membantu kita juga menekan inflasi,” papar Debby.

Pihaknya berharap, kegiatan pasar murah seperti ini dapat terus dilakukan secara kontinu. Selain inflasi dapat ditekan, setidaknya masyarakat bisa merasakan adanya program pemerintah. Ke depan berimbas kepada kesejahteraan dan meningkatnya taraf hidup masyarakat.

“Setiap kali ada Aik Bakung kami minta operasi pasar murah tetap ada. Ini menjadi stand favorit masyarakat,” pungkasnya.

Sediakan Ribuan Paket dan 3,5 Ton Beras

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved