Berita Belitung Timur

Bilik Becakap, Platform Belajar Bahasa Melayu Belitong Besutan Mahasiswa Kemah Budaya

Di Belitung Timur ada sejumlah mahasiswa yang melakukan kegiatan Kemah Budaya membuat sebuah platform bernama BilikBecakap.com.

Tayang:
Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Pribadi
Tim project Bilik Bercakap. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Perkembangan teknologi membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia. Satu di antaranya di bidang pendidikan dan budaya.

Di Belitung Timur ada sejumlah mahasiswa yang melakukan kegiatan Kemah Budaya membuat sebuah platform bernama BilikBecakap.com.

BilikBecakap.com merupakan platform daring untuk belajar Bahasa Melayu Belitong.

Platform ini tidak hanya menyediakan kamus digital Bahasa Melayu Belitong, tetapi juga penerjemah dan terjemahan telah diintegrasikan untuk memfasilitasi pemahaman lintas bahasa dan memperkaya interaksi antarbahasa di lingkungan tersebut.

Project ini juga merangkul aspek pendidikan dengan mengembangkan modul pembelajaran interaktif, termasuk video pembelajaran, modul online, dan kuis yang dapat disesuaikan untuk anak-anak dan remaja di lingkungan pendidikan.

Ketua Project Bilik Bercakap, Dela Novita Sari mengemukakan, dalam platform ini terdapat konten edukatif seperti artikel, informasi geografis desa, dan galeri di Desa Senyubuk yang menjadi bagian utama.

Proyek ini melibatkan komunitas, tokoh budaya, dan guru di Desa Senyubuk.

Dalam upaya untuk memperkuat pendidikan muatan lokal, platform ini menawarkan rencana pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kurikulum sekolah yang dapat melestarikan bahasa daerahnya terutama di Desa Senyubuk.

Dela menuturkan, penciptaan platform ini berawal dari kesamaan tujuan dan ketertarikan seluruh anggota kelompoknya terhadap bahasa dan budaya daerah.

Kebetulan mereka disatukan dari berbagai macam universitas dan jurusan oleh program Kemenristekdikti bernama Kemah Budaya.

"Proses brainstorming dan research and development melibatkan banyak pihak, seperti budayawan Pak Andi, guru SD setempat, dan lainnya. Selama satu bulan kami resedensi di Desa Senyubuk melakukan project ini," kata mahasiswa Universitas Panca Sakti itu kepada Posbelitung.co, Selasa (23/1/2024).

Dia bersyukur karena banyak yang membantu kelompoknya dalam proses pengumpulan data.

Dalam website itu terdapat lebih dari 7.000 kata dan kalimat dalam Bahasa Melayu Belitong.

Dela mengakui dalam menciptakan website ini butuh dana yang tidak sedikit, namun semuanya sudah di-cover oleh Kemenristekdikti RI.

Meski begitu, dalam pemeliharaan website ini nantinya dia bersama timnya akan mencari sumber pendanaan baru supaya platform ini tetap berjalan.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved