Berita Belitung
Ceng Beng Potensi Cuan Miliaran Rupiah, BCIF Bakal Bikin Peziarah Betah
Ritual ziarah makam leluhur yang menjadi tradisi Tionghoa atau disebut pula Ceng Beng menjadi momentum rutin yang berlangsung setiap tahunnya.
Penulis: Rusaidah |
POSBELITUNG.CO - Ritual ziarah makam leluhur yang menjadi tradisi Tionghoa atau disebut pula Ceng Beng menjadi momentum rutin yang berlangsung setiap tahunnya.
Sebagai daerah yang banyak penduduk dari etnis Tionghoa, Pulau Belitung pun memiliki beberapa tempat pemakaman Tionghoa. Yang terbesar berada di pemakaman Pilang dengan jumlah ribuan makam.
Melihat besarnya peluang kedatangan para peziarah dari berbagai daerah bahkan luar negeri, Pemerintah Kabupaten Belitung pun berencana mengadakan event bertajuk Belitung Chinese International Festival.
Festival ini akan menjadi kesempatan memeriahkan momen Ceng Beng serta dikemas dengan tema-tema bernuansa toleransi antara Melayu dan Tionghoa, dua etnis yang hidup berdampingan di Pulau Belitung.
"Nanti akan tema bazar dan kuliner, muda mudi dan fashion, kebhinekaan dan hiburan, juga literasi, foto dan video," ujar Pj Bupati Belitung Yuspian saat memimpin rapat persiapan, Rabu (31/1).
Dalam rapat persiapan tersebut, dia juga mengundang pelaku perhotelan dan asosiasi rental mobil agar dapat berkoordinasi memberikan dukungan dalam penyelenggaraan event tersebut.
Festival ini rencananya akan berlangsung pada 1 Maret-4 April 2024 menyesuaikan dengan momen Ceng Beng. Waktu yang panjang ini pun menyesuaikan dengan waktu berlangsungnya tradisi Ceng Beng yang dilakukan dua suku Tionghoa di Belitung yakni Hakka dan Hokkian.
Persiapan pun terus dilakukan agar festival ini berlangsung meriah dan memperpanjang lama tinggal masyarakat Tionghoa yang akan berziarah untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus berlibur di Belitung.
Di antara acara yang bakal digelar seperti pemilihan bujangko-amoy Belitung, Chinese-Malay wedding gown parade, lomba tanglong, tarian massal, serta beragam hiburan menarik yang bakal mengangkat budaya Tionghoa maupun Melayu di Belitung.
Bahkan dalam momentum ini, wajah Kota Tanjungpandan bakal dihiasi ribuan lampion kecil, gapura dan spot foto. Juga ada beragam aneka kuliner dalam bazar yang diikuti pelaku UMKM.
Yuspian menambahkan, momen ini diharapkan mampu menjadi saat kebangkitan bagi pariwisata Belitung. Apalagi dalam momen tersebut sekaligus dengan saat Ramadan.
"Nanti rencananya juga kami akan menghadirkan Dennis Lim, orang Tionghoa yang mualaf akan menyampaikan tausiyah. Karena event ini dibikin agar dapat dinikmati bersama-sama tanpa melihat perbedaan suku, etnis, dan agama," sambungnya.
Saat momen tradisi ziarah kubur bagi warga Tionghoa atau Ceng Beng, bakal ada festival bertajuk Belitung Chinese International Festival (BCIF). Gelaran event ini pun bakal menjadi suguhan daya tarik Belitung bagi para peziarah yang bakal pulang kampung untuk ritual sembahyang kubur.
Yuspian mengatakan, bertahun-tahun tradisi Ceng Beng dibiarkan terjadi secara alami. Namun tahun ini, pihaknya melirik momen ini sebagai upaya menggerakkan kepariwisataan lantaran potensi ekonomi yang besar.
Apalagi makam Tionghoa di Pulau Belitung mencapai 11 ribu. Dari jumlah tersebut ada sekitar 70 persen yang masih aktif didatangi para peziarah.
| Kuota Sertifikat Halal di Belitung Masih Melimpah, 2.000 UMKM Belum Memiliki |
|
|---|
| Pemkab Belitung Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal, Gratis hingga Diantar |
|
|---|
| Satres Narkoba Polres Belitung Ringkus Dua Tersangka, Sita Sabu Lebih dari 100 Gram |
|
|---|
| KKP Sosialisasikan Strategi Pengelolaan Penyu untuk Dukung Revalidasi UNESCO Global Geopark Belitung |
|
|---|
| Persit KCK PD II/Sriwijaya Tampilkan UMKM Unggulan di Pameran Nasional 'Persit Bisa' ke-2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240115-Pj-Bupati-Belitung-Yuspian-saat-menemui-awak-media-seusai-rapat-tertutup.jpg)